MotivasiNEWS

Ceramah Inspiratif di HUT SPSI Ke-53: Ustaz Tile Sebut Persatuan Buruh Seperti “Kepalan Tangan”

Ustaz Tile Ajak Buruh Perkuat Iman dan Kekompakan di HUT SPSI ke-53 dan Harpekindo 2026

Bekasi, spsibekasi.org – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) ke-53 dan Hari Pekerja Indonesia (Harpekindo) Tahun 2026 semakin khidmat dengan tausiyah yang disampaikan oleh K.H. Fadhilah atau yang akrab disapa Ustaz Tile. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya keikhlasan dalam beribadah, khususnya menjalankan puasa sebagai bentuk ketaatan yang tidak bisa dilakukan secara pura-pura.

Menurutnya, puasa memiliki keistimewaan dibandingkan ibadah lain seperti salat atau zakat yang dapat terlihat secara fisik. Puasa, kata dia, merupakan ibadah yang hanya diketahui oleh diri sendiri dan Allah SWT, sehingga kejujuran dan ketulusan menjadi kunci utama dalam menjalankannya.

“Puasa itu ibadah yang tidak bisa direkayasa. Kalau salat orang bisa melihat, kalau zakat bisa terlihat, tapi puasa hanya kita dan Allah yang tahu. Karena itu, jalankan puasa dengan benar dan penuh keikhlasan,” ujarnya di hadapan peserta peringatan HUT SPSI.

Selain itu, Ustaz Tile juga mengajak para pekerja untuk menumbuhkan sikap sabar dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja. Ia menegaskan bahwa kesabaran merupakan kunci keberhasilan, sebagaimana firman Allah bahwa Allah bersama orang-orang yang sabar (Innallaha ma’ashobirin).

Dalam tausiyahnya, ia juga menggunakan analogi lima jari tangan sebagai simbol pentingnya persatuan di dalam organisasi serikat pekerja. Meski memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda, kelima jari tersebut dapat bekerja sama dan menjadi kuat ketika bersatu.

“Seperti lima jari, bentuknya berbeda, namanya berbeda, fungsinya juga berbeda. Tapi ketika bersatu menjadi kepalan tangan, semuanya menjadi kuat. Begitu juga SPSI, meski anggotanya berbeda latar belakang dan pemikiran, kalau kompak dan bersatu maka akan menjadi kekuatan besar,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa perbedaan dalam organisasi merupakan hal yang wajar, namun harus dikelola dengan kebersamaan, komunikasi, dan semangat persaudaraan agar tidak menimbulkan perpecahan. Melalui momentum halal bihalal yang juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan, ia mengajak seluruh anggota SPSI untuk kembali mempererat tali silaturahmi dan membuka ruang dialog untuk menyampaikan aspirasi secara bijak.

Ustaz Tile juga mengingatkan bahwa pekerjaan seberat apa pun akan terasa ringan jika dikerjakan bersama-sama. Sebaliknya, pekerjaan yang ringan pun akan terasa sulit jika dilakukan tanpa kebersamaan.

“Kebersamaan itu penting. Pekerjaan berat kalau dikerjakan bersama akan terasa ringan. Bahkan hal sederhana seperti tertawa pun butuh teman. Artinya manusia tidak bisa hidup sendiri, kita butuh kebersamaan dan kekompakan,” katanya.

Di akhir tausiyahnya, ia mendoakan agar seluruh pekerja yang hadir diberikan kesehatan, keberkahan rezeki, serta kekuatan untuk terus berjuang demi kesejahteraan bersama. Ia juga berharap SPSI semakin solid dan mampu terus memperjuangkan kepentingan pekerja dengan semangat persatuan.

Peringatan HUT SPSI ke-53 dan Harpekindo 2026 ini tidak hanya menjadi ajang refleksi perjuangan kaum pekerja, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai spiritual, kebersamaan, serta komitmen dalam membangun hubungan industrial yang harmonis demi kemajuan organisasi dan kesejahteraan para pekerja.

Her-spsibekasi.org

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker