Diskusi Pekerja Muda Serikat Pekerja PT NOK Indonesia, Perkuat Ideologi dan Semangat Perjuangan Generasi Penerus Serikat Pekerja
Tanamkan Ideologi, Perkuat Solidaritas Generasi Muda Serikat Pekerja
Bekasi – Semangat perjuangan pekerja muda yang berasal dari Serikat Pekerja PT NOK Indonesia kembali menguat. Sekitar 100 anggota menghadiri Diskusi Pekerja Muda yang digelar di Kandang Perjuangan, Tambun Selatan, Bekasi, Minggu (26/4/2026), sebagai wadah memperkuat ideologi, membangun kekompakan, serta menegaskan peran generasi muda sebagai kekuatan penting dalam melanjutkan estafet perjuangan serikat pekerja.
Acara dipandu langsung oleh Ketua Pekerja Muda, Nurcholis Pauji, yang juga bertindak sebagai moderator. Mengusung tema “Menanamkan Ideologi dan Perjuangan Serikat Pekerja”, kegiatan ini menjadi ruang belajar, konsolidasi, sekaligus refleksi bagi para peserta mengenai pentingnya peran pekerja muda dalam menjaga keberlangsungan organisasi.
Materi pertama disampaikan oleh Edi Supriyanto, Ketua PUK SP KEP SPSI PT NOK Indonesia, dengan topik Ideologi Serikat Pekerja. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa serikat pekerja memiliki posisi strategis sebagai alat perjuangan sekaligus sarana pendidikan bagi anggotanya.
“Serikat pekerja memiliki peran strategis. Serikat adalah alat perjuangan, sekaligus alat pendidikan bagi anggotanya.”
Ia juga mengingatkan bahwa perubahan tidak akan lahir dari kenyamanan, melainkan dari kesadaran dan keberanian setiap anggota untuk bergerak bersama.
“Perjuangan tidak lahir dari kenyamanan, tapi lahir dari kesadaran dan keberanian.”
Pesan tersebut menjadi penguat bahwa pekerja muda bukan sekadar pelengkap organisasi, melainkan motor penggerak perubahan di masa depan. Sesi ini berlangsung interaktif melalui tanya jawab dan ditutup dengan permainan kebersamaan yang semakin mempererat solidaritas antar peserta.
Materi kedua disampaikan oleh Hermawan, Sekretaris PUK SP KEP SPSI PT NOK Indonesia, dengan tema Peran Anggota dalam Soliditas dan Solidaritas Bidang Propaganda Positif. Ia mengajak peserta untuk lebih kritis dalam melihat perkembangan media dan pentingnya membangun komunikasi organisasi yang sehat.
“Kondisi media kita saat ini harus kita evaluasi bersama.”
Menurutnya, serikat pekerja harus mampu menghadirkan narasi perjuangan yang kuat, positif, dan mencerahkan agar aspirasi pekerja tidak hanya didengar di internal organisasi, tetapi juga mampu mempengaruhi opini publik secara luas. Sesi ini dikemas melalui diskusi kelompok, sehingga peserta aktif bertukar gagasan, pengalaman, serta strategi komunikasi yang efektif.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama seluruh peserta sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus melanjutkan estafet perjuangan. Sebagai penutup, Dani, Ketua Bakor PUK SP KEP SPSI PT NOK Indonesia, berpesan agar seluruh anggota tetap memiliki keberanian dalam memperjuangkan hak dan kepentingan pekerja.
Melalui forum ini, terlihat jelas bahwa pekerja muda memiliki potensi besar dalam menjaga eksistensi organisasi. Dengan ideologi yang kuat dan kemampuan membangun komunikasi positif, serikat pekerja diyakini akan semakin kokoh sebagai alat perjuangan dan pendidikan bagi anggotanya.




