Bekasi — Kesedihan mendalam dirasakan kalangan pekerja dan masyarakat Bekasi atas berpulangnya Tri Bowo, seorang aktivis serikat pekerja yang sebelumnya menjadi korban penyiraman air keras pada Maret lalu. Setelah menjalani serangkaian perawatan intensif selama beberapa pekan, korban akhirnya wafat pada 26 April 2026.
Meninggalnya Tri Bowo (55) memunculkan simpati luas dari berbagai pihak. Sebagai bentuk empati sekaligus perhatian serius terhadap kasus tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., bersama Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, mengunjungi rumah duka yang berlokasi di Perumahan Bumi Sani Permai Blok H2 No.38 RT 02 RW 014, Setia Mekar, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Senin malam (27/4) sekitar pukul 21.30 WIB.
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh keluarga almarhum, jajaran pengurus Pimpinan Cabang FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi, pengurus Pimpinan Daerah, Pimpinan Pusat PP FSP KEP SPSI, Brigade SPSI, serta sejumlah pimpinan unit kerja yang hadir memberikan penghormatan terakhir.
Dalam keterangannya kepada awak media, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menegaskan bahwa dengan meninggalnya korban, proses hukum harus berjalan lebih serius dan menyeluruh. Ia menyampaikan bahwa organisasi akan terus mengawal kasus tersebut sejak tahap awal hingga putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.
“Kami memastikan kasus ini akan terus dikawal sampai tuntas. Keadilan bagi almarhum dan keluarga harus ditegakkan,” tegas Andi Gani.
Sementara itu, Kapolri menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa negara hadir memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat, termasuk para aktivis pekerja. Ia memastikan jajaran kepolisian memberikan perhatian khusus terhadap penanganan perkara ini.
Pertemuan antara Kapolri, Presiden KSPSI, dan keluarga almarhum berlangsung sekitar 30 menit dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Menurut keterangan pihak keluarga, sejumlah pembahasan dilakukan, termasuk perkembangan penyelidikan serta motif pelaku penyiraman air keras terhadap korban.
Turut hadir dalam agenda tersebut Ketua Umum PP FSP KEP SPSI R. Abdullah serta Kapolres Metro Kabupaten Bekasi Kombes Pol. Mustofa.
Kedatangan Kapolri juga mendapat sambutan antusias dari warga sekitar. Sejumlah masyarakat terlihat memadati lokasi untuk menyaksikan secara langsung kehadiran orang nomor satu di Kepolisian Republik Indonesia tersebut.
“Biasanya hanya melihat beliau di televisi, sekarang bisa bertatap muka langsung,” ujar salah seorang warga.
Her-spsibekasi.org



