Bekasi, spsibekasi.org — Perwakilan Pengurus PUK, PC SPA bersama Perwakilan Pengurus DPC KSPSI Kabupaten/Kota Bekasi menggelar syukuran sederhana dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 SPSI, Jumat (20/2/2026). Kegiatan yang dirangkai dengan buka puasa bersama tersebut berlangsung di Aula DPC SPSI Bekasi, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Bekasi, dan dihadiri sekitar 50 orang perwakilan PC SPA di bawah naungan DPC KSPSI Bekasi.
Acara berlangsung sederhana dan khidmat, menjadi momentum silaturahmi sekaligus refleksi perjalanan panjang organisasi serikat pekerja di Indonesia. Ketua Panitia HUT SPSI di lingkungan DPC KSPSI Bekasi, Rohmat Rantolo, menyampaikan bahwa puncak peringatan HUT ke-53 SPSI akan digelar pada 4 April 2026 usai Idulfitri. “Rapat kedua panitia sudah berjalan. Rencananya kami akan menghadirkan dai kondang Bekasi, Ustaz Tile, serta menggelar santunan anak yatim dan pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC KSPSI Kabupaten/Kota Bekasi, R. Abdullah, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan bertemu kembali di bulan suci Ramadan. Ia juga mengingatkan bahwa 20 Februari merupakan Hari Pekerja Indonesia berdasarkan Keppres Nomor 9 Tahun 1998 atas perjuangan SPSI. Menurutnya, peringatan hari besar ini harus dimaknai dengan empat hal utama, yakni refleksi dan evaluasi, apresiasi, pembaruan, serta membangun citra organisasi.
Ia menegaskan pentingnya peningkatan keanggotaan serikat pekerja agar keterwakilan tetap kuat dan diperhitungkan. “Kita tidak ingin SPSI menjadi serikat pekerja gurem. Dengan keanggotaan yang besar, posisi tawar kita di hadapan perusahaan akan semakin dihargai,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Guntoro yang juga menjabat sebagai Dewan Pengupahan Kabupaten Bekasi, didampingi anggota dewan pengupahan lainnya, membuka sesi diskusi santai usai sambutan Ketua DPC. Diskusi difokuskan pada isu pengupahan, mulai dari dasar pengupahan hingga potensi perubahan kebijakan apabila terjadi revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berimplikasi pada sistem pengupahan di Kabupaten dan Kota Bekasi. Selain itu, kebijakan Gubernur Jawa Barat terkait upah sektoral juga dinilai masih menjadi tantangan dalam perjuangan peningkatan kesejahteraan pekerja di wilayah Bekasi.
Di penghujung acara yang berlangsung hingga sore hari, kegiatan juga diisi dengan kajian agama oleh seorang ustaz. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan pesan bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang berupaya mengubahnya. Pesan tersebut menjadi penguat semangat bagi seluruh pengurus dan anggota serikat untuk terus berjuang, memperbaiki diri, serta memperkokoh solidaritas organisasi.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Momentum syukuran ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mempertegas komitmen organisasi dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan pekerja secara berkelanjutan.
Her-spsibekasi.org




