Bekasi, spsibekasi.org – Di tengah semarak peringatan HUT ke-53 Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dan Hari Pekerja Indonesia (Harpekindo) 2026, kepedulian sosial menjadi sorotan utama. Tak sekadar perayaan, SPSI Kabupaten/Kota Bekasi juga menggelar santunan bagi anak yatim piatu dan fakir miskin sebagai wujud nyata solidaritas dan nilai kemanusiaan gerakan buruh.
Acara yang dikemas dalam nuansa religius ini menghadirkan tausiyah dari Ustaz Tile, penampilan hadrah dari Cibitung, serta kegiatan sosial berupa santunan kepada anak yatim piatu dan fakir miskin di lingkungan sekitar. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh R. Abdullah sebagai bentuk kepedulian sosial serikat pekerja di momentum bulan suci Ramadan.
Ketua Panitia, Rohmat Rantolo, dalam sambutannya menyampaikan ucapan Selamat Idulfitri kepada seluruh peserta sekaligus mengapresiasi kerja keras panitia yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.
“Dalam suasana Idulfitri ini, kami mewakili panitia mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras demi terselenggaranya acara ini. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan yang akan menjadi bahan evaluasi ke depan,” ujarnya.
Rohmat juga mengingatkan bahwa SPSI yang berdiri sejak 1973 kini telah memasuki usia 53 tahun dan telah melalui perjalanan panjang dalam memperjuangkan hak serta kepentingan pekerja di Indonesia.
Menurutnya, momentum HUT SPSI tidak hanya menjadi ajang silaturahmi melalui halal bihalal, tetapi juga menjadi ruang diskusi santai mengenai isu pengupahan dan strategi perjuangan kesejahteraan pekerja ke depan.
“Sebagai generasi penerus, kita memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan SPSI secara bersama-sama demi peningkatan kesejahteraan pekerja,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ponidi yang mewakili Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyampaikan bahwa kehadirannya di tengah keluarga besar SPSI seperti kembali ke rumah sendiri. Ia juga menegaskan bahwa Apindo memiliki peran sebagai mitra penyeimbang dalam hubungan industrial.
“Apindo bukan untuk menghalangi serikat pekerja, tetapi menjadi penyeimbang dalam hubungan industrial. Setinggi apa pun upah, Apindo tidak menggugat karena prosesnya panjang dan ketika diputuskan biasanya sudah berjalan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah serta mengakhiri sambutannya dengan ucapan Minal Aidin Wal Faizin kepada seluruh peserta.
Sementara itu, perwakilan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi, Fuad Hasan, menyampaikan bahwa di usia SPSI yang semakin matang, pekerja dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi dan keterampilan guna menghadapi tantangan global, termasuk perkembangan artificial intelligence (AI).
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun hubungan industrial yang harmonis, di mana perusahaan memikirkan kesejahteraan pekerja dan pekerja juga memikirkan keberlangsungan perusahaan.
“Rekan-rekan buruh boleh melakukan aksi, tetapi harus diingat bahwa aksi merupakan jalan terakhir. Kondisi global yang tidak menentu serta perkembangan teknologi menjadi tantangan yang harus kita hadapi bersama,” katanya.
Fuad juga menyampaikan bahwa peringatan HUT SPSI tahun ini dilaksanakan secara sederhana karena adanya keterbatasan anggaran, namun tidak mengurangi makna kebersamaan dan semangat perjuangan yang menjadi nilai utama organisasi.
Her-spsibekasi.org



