BEKASI — Tidak selalu harus dibangun melalui meja perundingan, hubungan industrial yang harmonis juga dapat tumbuh dari kebersamaan dan suasana santai. Hal itu terlihat dalam friendly match bola voli antara PUK SP KEP SPSI PT Toyo Ink Indonesia dan Manajemen PT Toyo Ink Indonesia di Artience Volley Field, Jumat (7/8/2026).
Pertandingan berlangsung penuh semangat dan sportifitas. Kedua tim tampil kompetitif dan saling berbagi kemenangan. Tim manajemen mengamankan set pertama dengan skor 25-20, sebelum tim PUK SP KEP SPSI membalas pada set kedua dengan kemenangan 25-21. Laga pun berakhir imbang.
Tim manajemen diperkuat 10 pemain, terdiri dari empat ekspatriat dan enam manajer lokal. President Director PT Toyo Ink Indonesia, Mr. Daijiro Kawai, turut ambil bagian dalam pertandingan tersebut.
Sementara tim PUK SP KEP SPSI diperkuat enam pengurus, satu anggota Bakor, dan satu anggota.
Bukan sekadar pertandingan, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan kedekatan antara pekerja dengan manajemen. Suasana keakraban bahkan terlihat hingga pertandingan berakhir.
Mr. Daijiro Kawai mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan.
“Kegiatan seperti ini sangat seru dan menyenangkan (enjoy). Saya berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus dilaksanakan.”
Ketua PUK SP KEP SPSI PT Toyo Ink Indonesia, Abdul Rohman, mengatakan olahraga bersama menjadi salah satu cara efektif untuk memperkuat hubungan antara serikat pekerja dan manajemen.
Menurutnya, kebersamaan yang tercipta melalui kegiatan positif dapat mempererat silaturahmi sekaligus menciptakan suasana kerja yang lebih harmonis.
“Yang paling penting, kegiatan ini semakin memperkuat hubungan industrial antara PUK SP KEP SPSI PT Toyo Ink Indonesia dengan manajemen,” ujarnya.
Antusiasme juga datang dari para karyawan. Lebih dari separuh jumlah karyawan PT Toyo Ink Indonesia hadir menyaksikan pertandingan dan memberikan dukungan kepada kedua tim.
Pertandingan persahabatan tersebut menjadi pesan sederhana bahwa hubungan industrial yang kuat tidak hanya lahir dari perundingan, tetapi juga dari komunikasi, kebersamaan, saling menghargai, dan membangun kepercayaan.
Kontributor: Media-Toyo Ink Indonesia
Her-spsibekasi.org




