IWMD 2026 Disiapkan Serentak di ASEAN, Serikat Pekerja Serukan Keselamatan Kerja Bukan Cuma Biaya
Koordinasi Serikat Pekerja ASEAN Bahas Peringatan IWMD 2026, Perkuat Kampanye Keselamatan Kerja
Jakarta, spsibekasi.org – Pertemuan Industri All Regional SEAO OSH Committee Meeting digelar secara daring pada Kamis, 5 Maret 2026, sebagai bagian dari koordinasi persiapan peringatan International Workers’ Memorial Day (IWMD) yang akan diperingati secara serentak pada 28 April 2026 di berbagai negara. Pertemuan yang diikuti delapan peserta dari jaringan serikat pekerja afiliasi industri di kawasan Asia Tenggara ini bertujuan menyatukan langkah gerakan buruh dalam memperkuat kampanye keselamatan dan kesehatan kerja (K3), sekaligus mendorong komitmen pemerintah dan perusahaan terhadap perlindungan pekerja.
Dalam forum tersebut, Ramon Carteza, General Secretary IndustriALL Southeast Asia and Oceania, menegaskan bahwa peringatan IWMD merupakan pengingat kuat bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh dibayar dengan nyawa para pekerja. Ia menyampaikan bahwa jutaan pekerja di Asia Tenggara masih bekerja di sektor berisiko tinggi seperti manufaktur, konstruksi, pertambangan, dan industri kimia, namun keselamatan kerja masih sering dipandang sebagai biaya, bukan tanggung jawab moral dan hukum. Menurutnya, kondisi kerja berbahaya seperti jam kerja panjang, perlindungan keselamatan yang tidak memadai, serta lemahnya pengawasan standar K3 masih menjadi tantangan nyata di kawasan ini.
Ramon menekankan bahwa setiap kecelakaan kerja bukan hanya berdampak pada pekerja yang menjadi korban, tetapi juga pada keluarga yang kehilangan tulang punggung kehidupan. Oleh karena itu, peringatan IWMD tidak hanya menjadi momen mengenang para pekerja yang gugur di tempat kerja, tetapi juga menjadi seruan perjuangan untuk melindungi pekerja yang masih menjalankan aktivitas kerja setiap hari.
Dalam kesempatan yang sama, Anggi Nugraha dari CEMWU Indonesia menyampaikan bahwa IWMD merupakan momentum penting bagi gerakan serikat pekerja untuk menghormati para pekerja yang kehilangan nyawa maupun kesehatan akibat pekerjaan. Ia menegaskan bahwa setiap kecelakaan kerja bukan sekadar angka statistik perusahaan atau laporan pemerintah, melainkan nyawa manusia yang hilang akibat sistem kerja yang tidak aman.
Menurut Anggi, penghormatan kepada para korban harus diwujudkan melalui langkah nyata seperti memperkuat budaya K3 di tempat kerja, menolak praktik kerja berbahaya, serta memastikan perusahaan tidak mengorbankan keselamatan pekerja demi keuntungan. Ia juga menambahkan bahwa masih banyak perusahaan yang memandang keselamatan kerja sebagai biaya tambahan, bukan sebagai investasi penting dalam keberlanjutan industri.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan IWMD 2026, serikat pekerja di kawasan ASEAN merencanakan berbagai kegiatan kampanye, di antaranya kampanye publik, seminar keselamatan dan kesehatan kerja, serta penyebaran materi edukasi seperti poster, leaflet, dan banner yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dan pekerja mengenai pentingnya keselamatan di tempat kerja.
Koordinasi ini menghasilkan kesepakatan bersama untuk memperkuat solidaritas gerakan serikat pekerja di kawasan Asia Tenggara dalam memperingati IWMD secara serentak. Melalui momentum ini, organisasi buruh berharap kampanye keselamatan kerja semakin kuat dan mampu mendorong pemerintah serta perusahaan untuk memastikan setiap pekerja memiliki hak fundamental untuk bekerja dengan aman, sehat, dan bermartabat.
Kontributor: Anggi Nugraha
Her-spsibekasi.org



