Bekasi, spsibekasi.org – Dalam agenda Silaturahmi Ramadan yang digelar pada Jumat, 6 Maret 2025 di Majapahit Hotel, PT NOK Indonesia, Kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat, Bekasi, Kapolri Listyo Sigit Prabowo hadir bersama sejumlah Pejabat Utama Polri untuk memberikan sambutan sekaligus menyampaikan pandangannya terkait dinamika global dan dampaknya terhadap Indonesia.
Dalam sambutannya, Kapolri menyoroti perkembangan situasi geopolitik dunia yang dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global dan nasional. Ia menyinggung eskalasi konflik yang terjadi setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang kemudian dibalas oleh Iran dengan menyerang Israel serta sejumlah negara yang memiliki pangkalan militer Amerika Serikat. Situasi tersebut, menurutnya, menimbulkan dampak luas terhadap stabilitas global.
Kapolri juga menyinggung dinamika di kawasan Timur Tengah setelah wafatnya tokoh penting Iran, Ruhollah Khomeini, yang memicu meningkatnya tensi politik di kawasan tersebut. Menurutnya, kondisi geopolitik tersebut turut memengaruhi situasi ekonomi global, terutama terkait pasokan energi dan harga minyak dunia.
“Serangan terhadap fasilitas energi seperti yang terjadi pada instalasi minyak Saudi Aramco serta ketegangan di kawasan Selat Hormuz menyebabkan harga minyak dunia melonjak signifikan. Dari sebelumnya sekitar 66 dolar, kini telah menyentuh angka 77 dolar atau naik sekitar 16 persen. Hal ini tentu berdampak pada kondisi ekonomi global dan juga nasional,” ungkapnya.
Menghadapi dinamika global tersebut, Kapolri menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif. Indonesia berupaya berperan dalam menciptakan perdamaian dunia, termasuk dalam upaya mendorong penyelesaian konflik antara Israel dan Palestina melalui solusi dua negara atau two-state solution.
Selain itu, pemerintah juga terus melakukan diplomasi ekonomi, termasuk dalam negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat. Kapolri menyebutkan bahwa melalui proses perundingan tersebut, tarif perdagangan yang sebelumnya mencapai sekitar 32 persen berhasil ditekan hingga sekitar 19 persen, bahkan kemudian turun hingga 15 persen setelah adanya keputusan dari Mahkamah Agung.
Kabar baik lainnya, lanjut Kapolri, adalah adanya kebijakan tarif impor 0 persen untuk sekitar 1.800 komoditas tertentu, termasuk produk-produk hasil industri padat karya seperti sepatu, tekstil, furnitur, hingga komponen semikonduktor. Hal ini dinilai membuka peluang besar bagi sektor industri Indonesia untuk meningkatkan produksi sekaligus memperluas pasar ekspor.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menekankan pentingnya menjaga iklim investasi agar tetap kondusif. Menurutnya, baik investasi dalam negeri maupun investasi asing perlu terus didorong untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
“Dalam situasi global seperti saat ini, Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri. Kita harus mengelola sumber daya alam yang kita miliki dengan baik serta memperkuat ketahanan pangan dan ketahanan energi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar tenaga kerja Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Pemerintah, kata Kapolri, terus mendorong berbagai program pelatihan dan pengembangan kompetensi tenaga kerja, termasuk melalui pembangunan pusat pelatihan (training center) serta kolaborasi dengan dunia industri.
Kapolri bahkan membuka peluang bagi institusi kepolisian untuk turut berkontribusi dalam peningkatan kapasitas SDM dengan memanfaatkan fasilitas pendidikan yang dimiliki Polri, termasuk Sekolah Polisi Negara, sebagai tempat pelatihan bagi tenaga kerja.
Selain isu ekonomi dan ketenagakerjaan, Kapolri juga menegaskan komitmen Polri dalam memberikan perlindungan hukum kepada pekerja, termasuk pekerja perempuan yang menghadapi berbagai potensi tindak kekerasan atau permasalahan hukum di tempat kerja.
Di sisi lain, Kapolri turut mengapresiasi peran serikat pekerja yang memperjuangkan aspirasi buruh secara konstruktif dan tertib. Ia menilai pendekatan yang dialogis dan sesuai aturan justru membuat aspirasi pekerja lebih mudah diterima oleh pemerintah dan lembaga legislatif.
Menjelang Hari Raya Idulfitri, Kapolri juga menyampaikan bahwa Polri akan kembali menggelar Operasi Ketupat sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik. Ia mengimbau para pekerja yang meninggalkan rumah selama mudik untuk melaporkan kepada kantor polisi terdekat agar dapat dilakukan pemantauan keamanan.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat, termasuk rekan-rekan buruh, dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman. Pos pelayanan kepolisian juga dapat dimanfaatkan untuk beristirahat, berbuka puasa, maupun mendapatkan layanan kesehatan,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Kapolri mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pekerja, pengusaha, dan pemerintah, untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
“Polri akan selalu menjadi mitra strategis bagi seluruh elemen bangsa. Dengan sinergi dan kebersamaan, kita optimistis dapat melewati berbagai tantangan global serta mewujudkan Indonesia yang lebih kuat dan sejahtera,” pungkas Kapolri.
Her-spsibekasi.org




