HukumNEWS

Serikat Pekerja PT Darmex Oil & Fats Menangkan Perselisihan PHK di PHI Bandung

Ketua PUK SP KEP SPSI PT Darmex Oil & Fats Menangkan perselisihan PHK

Bandung, spsibekasi.org – Setelah berjuang selama kurang lebih 7 tahun, Ketua PUK SP KEP SPSI PT Darmex Oil & fats berhasil memenangkan perselisihan pemutusan hubungan kerja terhadap perusahaan PT Darmex Oil & Fats, pada hari ini Selasa, 23 Mei 2023 dihadapan Pengadilan Negeri Bandung seluruh tuntutan berdasarkan keputusan PHI pada tahun 2019 hari ini diserahkan secara tunai.

Berikut ini disampaikan oleh Bung Zen Mutowali, SH, CLA kronologis persoalannya sampai dengan selesai. Bahwa bermula di tahun 2016 waktu itu di PT Darmex Oil & Fats terjadi deadlock perundingan kenaikan upah tahun 2016 yang kemudian memicu terjadinya mogok spontan, nah disitulah akibat mogok spontan itu perusahaan memberikan sanksi yang mengerucut kepada ketua PUK saudara Muhammad Iqbal yang akhirnya di PHK sepihak oleh perusahaan.

Dalam proses hukum selanjutnya saudara M. Iqbal melakukan upaya perundingan Bipartit dengan perusahaan namun tidak terjadi kesepakatan dan akhirnya dilimpahkan ke Disnaker Kota Bekasi untuk dimediasikan dan anjuran yang keluar waktu itu adalah saudara Iqbal dipekerjakan kembali dan karena PHK nya tidak sah menurut perusahaan kemudian perusahaan tidak melaksanakan anjuran tersebut, dan akhirnya Karena perusahaan tidak melaksanakan anjuran Disnaker tersebut, maka dengan kuasa hukum dari M. Iqbal pimpinan cabang akhirnya melanjutkan proses hukum ke PHI dan kemudian diputus oleh PHI yang isi putusannya dipekerjakan kembali termasuk perusahaan harus memberikan hak-haknya yang selama ini dihentikan pembayarannya, yang terdiri dari upah THR dan lain-lain dibayarkan senilai 72 juta rupiah serta uang dwangsom.

Atas putusan PHI tersebut kemudian perusahaan PT Darmex Oil & Fats melakukan upaya hukum kasasi tapi upaya hukum kasasi itu justru menguatkan putusan yang ada di PHI dan tidak berhenti sampai situ saja Kemudian PT Dharmex Oil & fats melakukan upaya hukum luar biasa yaitu peninjauan kembali yang kemudian juga ditolak oleh Mahkamah Agung dan kurun waktu tahun 2016 – 2018 artinya proses hukum telah berjalan 2 tahun sehingga perkara ini inkrah dan berkekuatan hukum tetap.

Kemudian pimpinan cabang sebagai kuasa Muhammad Iqbal melakukan upaya untuk perusahaan agar melakukan menjalankan putusan inkrah tersebut secara sukarela tetapi kemudian tidak dilaksanakan juga akhirnya memohonkan kepada PHI kepada Pengadilan Negeri Bandung untuk melakukan eksekusi terhadap keputusan PHI pada Pengadilan Negeri Bandung.

Eksekusi pertama tidak berhasil tapi kemudian tahun 2019 ada penetapan eksekusi dari Pengadilan Negeri Bandung yang menyatakan bahwa keputusan ini harus dijalankan dan kemudian Nominal uang yang harus dibayarkan adalah hak-hak dari saudara Iqbal 72 jutaan rupiah dan karena ini sudah sejak inkrah 2018 sampai penetapan eksekusi tahun 2019 juga belum dilaksanakan, maka PT Dharmex Oil & Fats dihukum untuk membayar juga uang dwangsom dan besarnya yang sudah pernah ditetapkan oleh pengadilan negeri Bandung itu kita yaitu langsung yaitu sebesar 192 juta, maka totalnya adalah 264 juta rupiah

Sejak penetapan eksekusi itu di 2019 PT Dharmex Oil & Fats juga tidak kunjung menjalankan perintah eksekusi, akhirnya berlarut-larut namun Pimpinan Cabang juga tidak kurang-kurangnya melakukan upaya hukum untuk segera dilakukan eksekusi, bahkan sampai tiga kali melayangkan surat eksekusi kepada Pengadilan Negeri Bandung pada untuk melanjutkan sita eksekusi tersebut yang berujung ekskusi. Dan dilanjutkan pada permohonan eksekusi pada bulan Januari tahun 2023 dan akhirnya kuasa hukum dari Muhammad Iqbal bernegosiasi melakukan diskusi dengan kuasa hukum dari perusahaan dan pimpinan perusahaan serta HRD corporate yang kemudian mencari titik temu mencari solusi terbaik dan disanalah perusahaan menawarkan angka sesuai penetapan PHI pada tahun 2019.

Akhirnya setelah mempertimbangkan dan mendiskusikan bersama kuasa hukum dari pimpinan cabang serta meminta pendapat dari prinsipal saudara Muhammad Iqbal, akhirnya sebagai bentuk win win solution dan setelah dua kali pertemuan di Pengadilan Negeri Bandung dalam panggilan sita eksekusi tersebut di tanggal 2 Mei dan 9 Mei 2023 akhirnya direalisasikan dengan menandatangani perjanjian perdamaian.

Perjanjian perdamaian ditandatangani langsung oleh Principal yaitu Muhammad Iqbal dan perusahaan PT Dharmex Oil & fats diwakili oleh Direktur Utamabertempat di Palma Tower kantor Pusat PT Darmex Oil & Fats, disaksikan oleh Pimpinan Cabang (Zen Mutowali dan Asep Opan dan dari pihak perusahaan disaksikan oleh HR corporate Plan atau pabrik Bekasi dan juga dari legal PT Darmex Oil & Fats.

Adapun isi perjanjian perdamaian menyatakan bahwa saudara Iqbal sepakat bahwa sudah tidak ada tuntutan untuk bekerja kembali sebagaimana petitum dalam keputusan PHI. Disebabkan situasi yang sudah tidak kondusif untuk bekerja dan perusahaan bersedia untuk membayar tuntutan sesuai keputusan PHI bandung pada tahun 2019.

Hmw-spsibekasi.org

Related Articles

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker