KoperasiNEWS

Pendidikan Anggota Koperasi Pekerja PT NOK Indonesia Bahas Penguatan Usaha dan RAT TB 2026

Pendidikan anggota tahap 3 membahas penguatan usaha, tata kelola, pengawasan, serta pembentukan panitia RAT Tahun Buku 2026

BEKASI – Koperasi Konsumen Pekerja PT NOK Indonesia menggelar Pendidikan Anggota Tahap 3 di Hotel Swiss-Belinn Cibitung, Bekasi, Minggu (6/9/2026). Kegiatan berlangsung pukul 08.00-16.00 WIB dan diikuti 13 peserta, terdiri atas pengurus, pengawas, staf, serta peserta pendidikan. Agenda tersebut membahas penguatan pemahaman koperasi sekaligus pembentukan Panitia Pelaksana Rapat Anggota Tahunan atau RAT Tahun Buku 2026 sebagai persiapan agenda organisasi mendatang.

Kegiatan diawali pembawa acara Nurcholis Pauji, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Koperasi serta sambutan. Narasumber Dr. Merdi Hajiji, SH, MH, MM, M.Si kemudian menyampaikan materi mengenai perkembangan usaha koperasi. Ia mengulas pengertian, sejarah, dan dasar hukum koperasi di Indonesia, sekaligus membahas berbagai tantangan yang masih dihadapi koperasi dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan kepercayaan anggota.

Merdi mengatakan koperasi masih kerap dipandang sebatas tempat meminjam uang sehingga citranya kurang berkembang di tengah masyarakat. Ia juga menyoroti lemahnya fungsi pengawasan yang dapat memicu berbagai persoalan dalam pengelolaan koperasi. “Pengawas harus mempunyai program kerja prioritas, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Sehingga peranan dan fungsi pengawas tidak dipandang sebelah mata,” kata Merdi saat menyampaikan materi kepada peserta pendidikan.

Menurut Merdi, sejumlah akar persoalan koperasi meliputi kurangnya pendidikan sumber daya manusia, kemandirian, permodalan, manajemen, skala usaha, serta citra koperasi yang belum mampu bersaing. Dalam koperasi karyawan, ia menilai hubungan serikat pekerja dan koperasi merupakan satu kesatuan. “Pada koperasi karyawan, hubungan antara serikat pekerja dan koperasi bagaikan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan dan satu kesatuan,” ujarnya dalam kegiatan tersebut.

Pada kegiatan tersebut, pengurus yang diwakili Sekretaris Abdul Latif membentuk Panitia Pelaksana RAT Tahun Buku 2026. Hasilnya, Nurcholis Pauji ditetapkan sebagai ketua, Rochmad Sudarnanto sebagai Sekretaris I, Puguh Ariadi sebagai Sekretaris II, dan Dian Novitasari sebagai bendahara. Panitia memiliki tugas penting menyiapkan RAT yang sekaligus akan menjadi momentum pemilihan pengurus koperasi baru untuk periode kepengurusan ke-VI dengan persiapan matang.

Materi berikutnya membahas penyusunan Rencana Program Kerja atau RPK, Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi atau RAPBK, serta pelaksanaan RAT. Merdi turut membagikan pengalaman saat menjadi direktur umum dan direktur keuangan klub sepak bola elite di Kota Bandung. Ia menekankan pentingnya keberanian belajar, pemetaan potensi, dan semangat menjalankan tanggung jawab, meski seseorang belum memiliki pengalaman langsung pada bidang yang dipercayakan kepadanya dalam menjalankan tugas organisasi.

“Untuk meningkatkan usaha koperasi, pengurus harus bisa menggali potensi yang dimiliki koperasi sebagai prospek usaha yang potensial,” jelas Merdi. Menurutnya, pengalaman dalam mengelola organisasi dapat menjadi pembelajaran untuk menghadapi berbagai tantangan. Ia mencontohkan dirinya yang sebelumnya belum memiliki pengalaman sebagai direktur keuangan, namun mampu menjalankan tanggung jawab melalui proses belajar, pemetaan potensi, serta kerja keras bersama seluruh unsur organisasi secara konsisten dan terarah.

Peserta pendidikan, Dian Novitasari, mengaku kegiatan tersebut memberikan wawasan baru mengenai koperasi. “Saya sangat terkesan mengikuti kegiatan pembekalan bersama narasumber, Bapak Dr. Merdi Hajiji. Wawasan beliau yang luas mengenai koperasi memberikan banyak pengetahuan dan pemahaman baru bagi saya,” ujar Dian. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk memahami, mengembangkan, dan memajukan Koperasi Konsumen Pekerja PT NOK Indonesia di masa mendatang.

Sementara itu, Rochmad Sudarnanto mengapresiasi pembekalan yang diberikan pengurus, staf, dan pengawas. “Pembekalan ini membuka pemahaman baru tentang koperasi, jadi lebih paham tentang koperasi dan makin termotivasi untuk berkontribusi menjadikan koperasi lebih baik lagi,” katanya. Ia berharap koperasi semakin sukses dan anggota semakin peduli terhadap keberlangsungan organisasi. Pendidikan anggota tersebut diharapkan memperkuat tata kelola serta partisipasi anggota dalam pengembangan koperasi ke depan.

Kontributor: Dadan Ramdani
Her-spsibekasi.org

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker