KoperasiNEWS

Meracik Kopi, Membangun Usaha: Langkah Koperasi Pekerja NOK Menyiapkan Anggota Menuju Purna Bakti

Koperasi Konsumen Pekerja PT NOK Indonesia Dorong Anggota Siap Berwirausaha Lewat Seminar “Meracik Kopi, Membangun Usaha”

BEKASI — Koperasi Konsumen Pekerja PT NOK Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi anggota melalui pendidikan kewirausahaan. Kali ini, koperasi menggelar Seminar Kewirausahaan bertema “Meracik Kopi, Membangun Usaha” di MAHAKOPI, Jalan P. Bali Raya No. 57, Aren Jaya, Bekasi Timur, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam dua sesi, yakni pukul 08.30-12.15 WIB dan 13.30-17.10 WIB, diikuti sebanyak 50 peserta. Masing-masing sesi diikuti 25 peserta agar proses pembelajaran, khususnya praktik meracik kopi, dapat berlangsung secara efektif.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja pengurus koperasi sebagai tindak lanjut amanat RAT Tahun Buku 2025, khususnya dalam memberikan pendidikan dan pembekalan kewirausahaan kepada anggota.

Agenda dimulai pukul 08.30 WIB dan dipandu oleh Nurcolis Pauji selaku pembawa acara. Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan Mars Koperasi serta sambutan dari jajaran pengurus dan pengawas koperasi.

Memasuki sesi materi, peserta mendapatkan pembelajaran mengenai asal-usul kopi, jenis-jenis kopi, hingga model bisnis usaha kopi. Tidak berhenti pada teori, peserta juga langsung mendapatkan pengalaman praktik melalui metode manual brew serta praktik membuat berbagai jenis kopi kekinian.

Wakil Ketua II sekaligus penanggung jawab kegiatan, Andri, mengapresiasi antusiasme anggota yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, seminar kewirausahaan kali ini merupakan kegiatan ketiga yang diselenggarakan koperasi setelah sebelumnya mengangkat tema e-commerce dan usaha laundry.

“Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi usaha ke depannya. Bukan hanya teori yang didapat, tetapi harus ada output berkelanjutan dari kegiatan ini,” ujar Andri.

Sementara itu, Ketua Koperasi Konsumen Pekerja PT NOK Indonesia, Setia Hardi, menegaskan bahwa kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial.

Ia mendorong agar ilmu yang diperoleh anggota dapat benar-benar diimplementasikan menjadi kegiatan usaha. Menurutnya, pembekalan kewirausahaan juga penting sebagai persiapan anggota dalam menghadapi masa pensiun.

Hal senada disampaikan Indra Kuswandi, Pengawas Koperasi Konsumen Pekerja PT NOK Indonesia. Ia mengatakan, pendidikan kewirausahaan merupakan amanat RAT yang telah dituangkan dalam program kerja pengurus dan harus menjadi momentum pembelajaran bagi anggota.

“Harapannya, ketika memasuki masa purna bakti, usaha yang sudah dirintis dapat berjalan dan tinggal dikembangkan dengan penambahan modal,” kata Indra.

Pemilik MAHAKOPI sekaligus narasumber kegiatan, Deden, memberikan pemahaman kepada peserta bahwa membangun usaha kopi tidak cukup hanya dengan kemampuan meracik minuman.

Menurutnya, calon pelaku usaha harus terlebih dahulu memahami segmen pasar, lokasi penjualan, serta strategi pemasaran. Yang tidak kalah penting, kata Deden, adalah keberanian untuk memulai.

“Dengan modal yang terbatas, kita bisa memanfaatkan garasi atau halaman rumah sebagai tempat usaha dan mempromosikan produk melalui media sosial,” jelas Deden.

Dalam sesi praktik, peserta diajak mengenal secara langsung berbagai peralatan dan bahan yang digunakan untuk membuat kopi. Peserta juga mempraktikkan teknik manual brew hingga membuat minuman kopi kekinian yang memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk usaha.

MAHAKOPI sendiri menggunakan kopi yang dipasok dari perkebunan di Temanggung, baik jenis Robusta maupun Arabika. Tempat tersebut juga memiliki Aziz Gagap sebagai brand ambassador.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Heru Sulistyo, salah satu peserta, menyampaikan apresiasi kepada pengurus, pengawas, dan staf koperasi yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Sangat bermanfaat buat anggota. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut. Yang terpenting, ada output berkelanjutan dan kegiatan usaha yang sudah dimulai dapat dimonitor,” ujarnya.

Peserta lainnya, Ahmad Ibrahim Zaki, mengaku mendapatkan pengetahuan baru mengenai dunia kopi yang sebelumnya belum ia pahami.

“Sebelumnya saya tidak tahu cara meracik kopi. Setelah mengikuti seminar ini menjadi tahu dan paham, mulai dari bahan, alat, hingga metode yang digunakan,” ungkapnya.

Ia berharap koperasi dapat terus menyelenggarakan seminar kewirausahaan dengan berbagai tema berbeda sehingga semakin banyak anggota yang memperoleh keterampilan baru.

“Semoga koperasi semakin maju dan anggota semakin sejahtera,” tambah Ahmad.

Kegiatan yang melibatkan 50 peserta, lima pengurus, dua pengawas, satu staf, serta lima tim MAHAKOPI tersebut menjadi salah satu upaya koperasi untuk membangun budaya kewirausahaan di kalangan anggota.

Lebih dari sekadar belajar membuat kopi, kegiatan ini membawa pesan bahwa persiapan menghadapi masa depan perlu dilakukan sejak dini. Dengan keterampilan, keberanian memulai, dan pendampingan yang berkelanjutan, anggota diharapkan mampu membangun sumber penghasilan alternatif yang dapat terus dikembangkan hingga memasuki masa purna bakti.

Kontributor: Dadan Ramdani
Her-spsibekasi.org

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker