NEWSSosial

Ketum PP FSP KEP SPSI R. Abdullah Dukung Penguatan Pesantren di Tengah Cirebon Menuju Kota Industri

Silaturahmi dan Konsolidasi FSP KEP SPSI Jawa Barat di Cirebon, R. Abdullah: Cirebon Boleh Jadi Kota Industri, Tapi Harus Tetap Jadi Kota Santri

Cirebon, spsibekasi.org — Dalam rangka mempererat silaturahmi, memperkuat konsolidasi organisasi, serta sebagai wujud kepedulian sosial di bulan suci Ramadan, PC SP KEP SPSI Kabupaten/Kota Cirebon menggelar kegiatan Buka Puasa Bersama dan Santunan kepada 100 dhuafa (8/3). Kegiatan yang mengusung tema “Dari Berbagi Menjadi Berkah, dari Kebersamaan Menjadi Lebih Indah” ini melibatkan jajaran pengurus PP, PD, PC, hingga Perwakilan PUK SP KEP SPSI se-Jawa Barat.

Acara dilaksanakan di Pondok Pesantren Silagung/Nurul Hidayah yang beralamat di Jl. Sunan Kalijaga Blok Pesantren RT 01 RW 01 Desa Beringin, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, dan dimulai pada pukul 15.30 WIB hingga selesai. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, kebersamaan, serta semangat berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai unsur penting, di antaranya perwakilan dari pihak Kesultanan Cirebon, tokoh masyarakat setempat, para anak yatim dan dhuafa dari masyarakat sekitar, serta perwakilan pengurus serikat pekerja dari berbagai tingkatan organisasi, mulai dari Pimpinan Pusat FSP KEP SPSI, PD FSP KEP SPSI Provinsi Jawa Barat, hingga PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi.

Ketua PD FSP KEP SPSI Provinsi Jawa Barat, Agus Koswara, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan serikat pekerja tidak hanya berfokus pada perjuangan organisasi di bidang ketenagakerjaan, tetapi juga harus diimbangi dengan kegiatan sosial dan spiritual.

Menurutnya, pengurus serikat pekerja perlu mendapatkan siraman rohani secara berkala agar keseimbangan antara aktivitas organisasi dan nilai-nilai keagamaan tetap terjaga. Ia juga menyampaikan bahwa di Jawa Barat saat ini telah dibentuk koperasi serikat pekerja sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan anggota. Agus berharap ke depan koperasi tersebut dapat berkolaborasi dengan berbagai potensi ekonomi daerah, termasuk di Kabupaten Cirebon yang dikenal dengan potensi koperasi garam.

Pada kesempatan tersebut, Agus Koswara juga menyampaikan salam dari Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, yang juga menjabat sebagai Penasihat Kapolri. Ia berharap ke depan sinergi antara serikat pekerja, pemerintah, dan berbagai pihak dapat terus diperkuat.

Sementara itu, Ketua Umum PP FSP KEP SPSI, R. Abdullah, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan serikat pekerja memiliki tugas utama untuk melindungi, membela, serta meningkatkan kesejahteraan pekerja, baik secara lahir maupun batin.

Ia juga mengajak masyarakat yang memiliki anggota keluarga bekerja di perusahaan swasta untuk membentuk atau bergabung dengan serikat pekerja agar mendapatkan perlindungan organisasi.

“Serikat pekerja dibentuk untuk melindungi dan membela pekerja swasta, sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka. Karena itu, jika ada anak, saudara, atau keluarga yang bekerja di perusahaan, doronglah untuk membentuk atau bergabung dengan serikat pekerja agar mereka memiliki perlindungan,” ujar R. Abdullah.

Dalam pidatonya, ia juga menyoroti perkembangan Kabupaten Cirebon yang kini mulai berkembang menjadi kawasan industri. Menurutnya, perubahan tersebut merupakan bagian dari dinamika pembangunan daerah, namun nilai-nilai keagamaan dan tradisi pesantren harus tetap dijaga.

“Cirebon boleh berubah menjadi kota industri, tetapi tidak boleh melupakan jati dirinya sebagai kota santri dan kota para ulama. Identitas itu harus tetap dijaga,” tegasnya.

R. Abdullah juga menyampaikan dukungan terhadap pengembangan Pondok Pesantren Nurul Hidayah agar terus berkembang dan mampu mencetak generasi santri yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki wawasan modern.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini diawali dengan penyerahan santunan kepada 100 dhuafa yang berasal dari masyarakat sekitar pesantren. Penyerahan santunan tersebut menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian keluarga besar FSP KEP SPSI kepada masyarakat yang membutuhkan.

Setelah penyerahan santunan, acara dilanjutkan dengan tausiyah menjelang berbuka puasa yang disampaikan oleh KH Rohmat S.Pd.I dengan tema “Ramadan Memanusiakan Manusia.” Dalam ceramahnya ia menjelaskan bahwa manusia merupakan makhluk yang dimuliakan oleh Allah karena memiliki akal dan nafsu.

Menurutnya, ibadah puasa menjadi sarana bagi manusia untuk melatih diri agar mampu mengendalikan hawa nafsu dan menggunakan akal serta ilmu dengan baik.

“Jika manusia mampu menggunakan akalnya untuk mengendalikan nafsu, maka derajatnya bisa lebih tinggi dari malaikat. Namun jika nafsu tidak mampu dikendalikan, maka manusia bisa lebih rendah dari hewan,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa puasa merupakan salah satu cara agar manusia tetap menjaga kemuliaannya sebagai makhluk yang dimuliakan Allah dengan mengikuti aturan syariat.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama serta buka puasa bersama antara pengurus serikat pekerja, pengasuh pesantren, para santri, dan masyarakat sekitar.

Melalui kegiatan ini, keluarga besar FSP KEP SPSI berharap nilai kebersamaan, solidaritas, serta kepedulian sosial dapat terus terjaga, sejalan dengan semangat Ramadan yang mengajarkan bahwa dari berbagi akan lahir keberkahan, dan dari kebersamaan akan tercipta kehidupan yang lebih indah.

Her-spsibekasi.org

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker