Bekasi, spsibekasi.org – Pelaksanaan Musyawarah Unit Kerja Nasional (MUSNIK) XI PUK SP KEP SPSI PT Mattel Indonesia (25/1) diawali dengan pembacaan puisi yang menggambarkan perjuangan seorang aktivis serikat pekerja. Puisi tersebut sarat akan makna pengorbanan, pilu, dan tangis perjuangan demi terwujudnya kesejahteraan pekerja di lingkungan perusahaan, sekaligus menjadi refleksi atas perjalanan panjang gerakan buruh. Pembacaan puisi ini menjadi pembuka yang khidmat dan menggugah semangat solidaritas seluruh peserta MUSNIK yang mengusung tema “Solid, Produktif, Bersinergi, dan Berdaya Saing untuk Kesejahteraan Pekerja dan Keluarga.” Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah penampilan seni tari daerah yang dibawakan oleh pekerja PT Mattel Indonesia.
MUSNIK XI PUK SP KEP SPSI PT Mattel Indonesia dihadiri oleh peserta musyawarah yang merupakan mandat dari anggota, jajaran manajemen PT Mattel Indonesia, PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi, Pimpinan Daerah FSP KEP SPSI Provinsi Jawa Barat, Brigade SPSI KORCAB Bekasi, perwakilan PUK di sekitar kawasan industri, PUK FSPMI PT Mattel Indonesia, serta para undangan lainnya. Seluruh peserta telah hadir di Antero Hotel Jababeka, Jl. Benyamin Sueb Blok B1 Movieland Jababeka 2, Mekarmukti, Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat, sejak pukul 07.00 WIB, sementara rangkaian acara secara resmi dimulai pada pukul 07.50 WIB.
Ketua Panitia MUSNIK XI, Ayi Setiawan, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pembentukan kepanitiaan MUSNIK didasarkan pada Pasal 29 Anggaran Dasar dan Pasal 14 Anggaran Rumah Tangga, serta surat pengurus SPSI Jawa Barat tertanggal 25 Oktober terkait persiapan MUSNIK. Ia juga menyampaikan bahwa rangkaian persiapan dilakukan melalui rapat koordinasi dan konsolidasi pada 21 Oktober dan 1 November, dengan memperhatikan saran dan pendapat anggota. Selanjutnya, pada 4 November ditetapkan pembentukan kepanitiaan yang terdiri dari Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC).
Dalam kesempatan tersebut, Ayi Setiawan juga menyampaikan permohonan maaf atas nama panitia apabila dalam pelaksanaan MUSNIK XI masih terdapat kekurangan, serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja maksimal di tengah keterbatasan waktu dan kondisi. Ia berharap MUSNIK XI dapat menghasilkan keputusan terbaik, baik bagi organisasi serikat pekerja, perusahaan, maupun seluruh anggota.
Ketua PUK SP KEP SPSI PT Mattel Indonesia, Lili Samsudin, yang akrab disapa Mang Haji Jarot, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya MUSNIK XI sesuai amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Ia menegaskan bahwa MUSNIK merupakan titik akhir masa kepengurusannya setelah menerima mandat tiga tahun lalu.
“Jangan tanya apa yang sudah kami kerjakan, biarkan fakta dan hasil yang berbicara,” ujarnya.
Ia juga dengan rendah hati menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh anggota apabila selama memimpin terdapat kekhilafan, serta menegaskan bahwa kesalahan dalam menjalankan roda organisasi merupakan tanggung jawabnya sebagai ketua, baik di dunia maupun di akhirat.
Perwakilan Manajemen PT Mattel Indonesia, Dewi Mangesti, menyampaikan apresiasi atas peran serta serikat pekerja dalam membangun perusahaan hingga bertahan selama 33 tahun beroperasi di Indonesia. Ia menegaskan pentingnya menjaga hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan, serta menyampaikan rasa syukur atas telah disepakatinya Perjanjian Kerja Bersama (PKB) terbaru. Menurutnya, sinergi antara perusahaan dan serikat pekerja merupakan kunci keberlanjutan usaha dan kesejahteraan pekerja di tengah persaingan global.
Sementara itu, Saepul Anwar, SH, CLA, mewakili PP FSP KEP SPSI, menyampaikan apresiasi atas kinerja kepengurusan PUK selama tiga tahun terakhir, termasuk keberhasilan menandatangani PKB sebanyak dua kali. Ia menekankan pentingnya MUSNIK sebagai forum evaluasi laporan pertanggungjawaban, penyusunan program kerja ke depan, serta pemilihan pengurus baru. Saepul Anwar juga menyoroti agenda strategis pimpinan pusat, mulai dari penguatan organisasi, peningkatan SDM, hingga perjuangan regulasi ketenagakerjaan dan isu strategis nasional lainnya.
Ketua PD FSP KEP SPSI Provinsi Jawa Barat, Agus Koswara, dalam sambutannya menyampaikan rasa bahagia dapat hadir di tengah keluarga besar PUK SP KEP SPSI PT Mattel Indonesia. Ia menegaskan bahwa hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan telah terbangun sejak lama antara serikat pekerja dan manajemen, sehingga perusahaan dapat terus bertahan dan berkembang hingga saat ini.
Ketua PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi, Moh. Yusuf, SH., MH., menegaskan bahwa musyawarah unit kerja merupakan perwujudan kedaulatan tertinggi organisasi dalam mengambil keputusan strategis, tidak hanya memilih ketua, tetapi juga menentukan arah perjuangan dan program kerja organisasi ke depan. Ia mengapresiasi kepemimpinan PUK SP KEP SPSI PT Mattel Indonesia yang dinilai mampu menjaga hubungan industrial yang kondusif serta menghasilkan PKB yang patut disyukuri.
Pada akhir rangkaian sambutan, Ketua PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi secara resmi membuka MUSNIK XI PUK SP KEP SPSI PT Mattel Indonesia dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa penutup dan sesi foto bersama.
Hingga berita ini diturunkan, MUSNIK XI PUK SP KEP SPSI PT Mattel Indonesia masih berlangsung dengan agenda lanjutan, meliputi pembahasan tata tertib persidangan, laporan pertanggungjawaban pengurus, pembahasan program kerja, serta proses pemilihan dan pelantikan Ketua dan jajaran pengurus PUK SP KEP SPSI PT Mattel Indonesia masa bakti 2026-2029.
Her-spsibekasi.org




