BEKASI – Semangat memperkuat militansi organisasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja terus dibangun oleh PUK SP KEP SPSI PT Kansai Paint Indonesia melalui kegiatan Pendidikan Ideologi Organisasi yang digelar pada Minggu, 28 Juni 2026, bertempat di kediaman Irwansyah Nasution, Perumahan Villa Indah Permai, Bekasi Utara, Kota Bekasi.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus dan anggota PUK SP KEP SPSI PT Kansai Paint Indonesia dengan penuh antusias. Agenda ini menjadi ruang penting untuk memperkuat pemahaman ideologi organisasi, membangun soliditas, serta meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya perjuangan serikat pekerja di tengah tantangan dunia industri yang semakin kompleks.
Hadir sebagai narasumber dari PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi, yaitu Ono Kartono dan Hermawan, yang menyampaikan berbagai materi strategis terkait penguatan organisasi dan kesejahteraan pekerja.
Dalam paparannya, Hermawan menyampaikan apresiasi atas undangan yang diberikan sekaligus menegaskan pentingnya keberadaan serikat pekerja sebagai wadah perjuangan kolektif dalam melindungi hak dan kepentingan pekerja.
Menurutnya, di tengah situasi ekonomi yang dinamis serta meningkatnya ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor, pekerja harus memiliki organisasi yang kuat, solid, dan memiliki arah perjuangan yang jelas.
Namun, Hermawan menegaskan bahwa perjuangan serikat pekerja tidak boleh berhenti hanya pada isu normatif seperti upah, bonus, maupun perlindungan kerja semata. Organisasi juga harus mulai memikirkan instrumen nyata untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya secara berkelanjutan.
Salah satu instrumen yang dinilai sangat strategis adalah koperasi pekerja.
“Koperasi bukan sekadar tempat simpan pinjam. Koperasi adalah alat perjuangan ekonomi pekerja. Jika dikelola dengan baik, koperasi mampu menjadi pilar kemandirian ekonomi anggota dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan pekerja beserta keluarganya,” ujar Hermawan.
Ia menjelaskan, koperasi pekerja dapat menjadi solusi konkret dalam menjawab berbagai kebutuhan anggota, mulai dari pembiayaan, penyediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, hingga pengembangan usaha produktif yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi anggota.
Lebih jauh, Hermawan menekankan bahwa koperasi yang sehat dan profesional mampu menjadi benteng perlindungan ekonomi pekerja, terutama saat kondisi industri sedang mengalami tekanan.
“Ketika situasi ekonomi sulit, ketika daya beli menurun, bahkan saat ancaman PHK meningkat, koperasi yang kuat dapat menjadi penyangga bagi anggota. Inilah pentingnya serikat pekerja mulai serius membangun kemandirian ekonomi melalui koperasi,” tegasnya.
Selain itu, Hermawan juga menyampaikan perkembangan organisasi di tingkat nasional, termasuk dinamika politik terbaru terkait struktur DPP KSPSI AGN.
Sementara itu, Ono Kartono memaparkan materi tentang pentingnya ideologi organisasi sebagai fondasi utama dalam membangun serikat pekerja yang kokoh dan berdaya juang.
Menurut Ono, organisasi tanpa ideologi yang kuat akan mudah goyah ketika menghadapi tantangan, konflik, maupun tekanan dari luar.
“Ideologi organisasi adalah ruh perjuangan. Ini yang menjaga organisasi tetap berada di jalur perjuangan untuk kepentingan anggota,” ungkapnya.
Ono juga menekankan pentingnya membangun solidaritas sosial di internal organisasi, salah satunya melalui penguatan dana sosial. Menurutnya, dana sosial bukan sekadar instrumen bantuan finansial, tetapi juga wujud nyata kepedulian antaranggota.
“Dana sosial adalah bentuk gotong royong modern. Ketika ada anggota yang sakit, tertimpa musibah, atau membutuhkan bantuan, organisasi harus hadir. Ini bukan hanya soal membantu sesama, tetapi juga memperkuat ikatan solidaritas,” jelas Ono.
Ia menambahkan bahwa solidaritas, kepedulian, dan semangat saling membantu merupakan kekuatan besar yang mampu memperkokoh organisasi sekaligus menjadi bagian dari nilai perjuangan.
Dalam sesi penutup, Budi selaku Ketua PUK SP KEP SPSI PT Kansai Paint Indonesia menyampaikan bahwa organisasi tidak hanya fokus pada perjuangan normatif ketenagakerjaan, tetapi juga membangun hubungan yang harmonis antarpekerja maupun dengan manajemen.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kegiatan family gathering dan berbagai agenda kebersamaan yang bertujuan mempererat silaturahmi antar karyawan lintas departemen serta memperkuat hubungan industrial yang sehat.
Menurut Budi, kedekatan antarpekerja dan komunikasi yang baik dengan manajemen merupakan modal penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.
Selain itu, perhatian terhadap kesehatan pekerja juga menjadi fokus utama organisasi dan perusahaan. Berbagai program kesehatan dan kegiatan kebersamaan terus didorong sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas dan kesejahteraan pekerja.
Budi juga menegaskan bahwa hingga saat ini kondisi PT Kansai Paint Indonesia masih dalam keadaan baik dan mampu beradaptasi dengan tantangan ekonomi yang ada, tanpa adanya kebijakan efisiensi maupun pengurangan tenaga kerja.
Her-spsibekasi.org




