NEWSPendidikan

Ditempa di Alam Subang, 85 Kader PT NOK Indonesia Disiapkan Menjadi Pemimpin Perjuangan Buruh

Kader Militan Adalah Fondasi Serikat Pekerja Kuat untuk Perjuangan yang Bermartabat

SUBANG – Sebanyak 85 peserta yang merupakan Badan Koordinator (Bakor) sekaligus Garda PUK SP KEP SPSI PT NOK Indonesia mengikuti Pendidikan Militansi V yang digelar di kawasan Cijalu, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada 18-19 Juli 2026. Mengusung tema “Kader Militan Adalah Fondasi Serikat Pekerja Kuat untuk Perjuangan yang Bermartabat”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya organisasi dalam menyiapkan kader-kader tangguh yang memiliki integritas, loyalitas, kemampuan kepemimpinan, serta komitmen menjaga keberlangsungan perjuangan serikat pekerja.

Kegiatan yang berada di bawah tanggung jawab Anggi Nugraha selaku Wakil Ketua I PUK SP KEP SPSI PT NOK Indonesia tersebut didukung oleh kepanitiaan internal bersama Tim Bidang Pendidikan PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi. Seluruh peserta diberangkatkan dari PT NOK Indonesia pada pukul 07.30 WIB menggunakan lima kendaraan milik TNI Angkatan Laut dan tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB untuk mengikuti rangkaian pendidikan yang dipusatkan di area lapangan terbuka.

Upacara pembukaan dipimpin oleh Ketua PUK SP KEP SPSI PT NOK Indonesia, Edi Supriyanto, yang akrab disapa Rere, selaku pembina upacara. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidikan militansi bukanlah sarana membentuk kader yang emosional ataupun arogan, melainkan membangun karakter pejuang yang memiliki keteguhan hati, kecerdasan, serta martabat dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan pekerja.

“Militansi adalah keteguhan hati. Pendidikan ini bukan untuk melahirkan Bakor atau Garda yang arogan, tetapi kader yang pantang menyerah, mampu memperjuangkan hak pekerja secara cerdas dan bermartabat. Organisasi yang kuat tidak hanya diukur dari banyaknya anggota, tetapi dari kualitas kader yang memahami tujuan organisasi, menjaga persatuan, menjaga martabat organisasi, serta menjaga amanah,” tegas Rere.

Ia berharap Pendidikan Militansi V mampu melahirkan generasi penerus yang siap melanjutkan estafet perjuangan organisasi dalam membela, melindungi, dan memperjuangkan kesejahteraan pekerja beserta keluarganya. Di akhir sambutannya, Rere secara resmi membuka kegiatan Pendidikan Militansi V sekaligus menyematkan atribut peserta secara simbolis sebagai tanda dimulainya pendidikan.

Sementara itu, Ketua PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi, Moh. Yusuf, menekankan bahwa setiap peserta merupakan pondasi utama yang menentukan kokohnya organisasi. Menurutnya, pondasi yang kuat akan membuat organisasi mampu menghadapi berbagai tantangan, termasuk upaya-upaya yang ingin merusak soliditas dan solidaritas serikat pekerja.

“Kita semua adalah pondasi organisasi. Bangunan sebesar apa pun tidak akan berdiri tanpa pondasi yang kokoh. Karena itu, tugas kita adalah menjaga organisasi ini agar tetap kuat, menjaga nama baiknya, memperkuat solidaritas, serta tidak membiarkan siapa pun merusak pondasi yang telah dibangun dengan perjuangan panjang,” ujarnya.

Moh. Yusuf juga mengingatkan bahwa kondisi dunia ketenagakerjaan saat ini sedang menghadapi tantangan besar sehingga dibutuhkan kader-kader yang tidak hanya memiliki keberanian, tetapi juga kedewasaan berpikir dan kemampuan menjaga persatuan organisasi.

Mewakili Ketua Umum PP FSP KEP SPSI, R. Abdullah, Sulistiyono menyampaikan permohonan maaf karena Ketua Umum tidak dapat hadir lantaran sedang memimpin rangkaian pembahasan penyusunan usulan Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan bersama Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia yang ditargetkan segera diserahkan kepada DPR RI.

Dalam pesannya, Sulistiyono mengajak seluruh peserta untuk bangga karena terpilih mengikuti pendidikan kader yang tidak semua anggota dapat rasakan. Ia mengingatkan bahwa seorang kader militan tidak boleh bertanya apa yang diberikan organisasi kepadanya, melainkan harus berpikir apa yang dapat diberikan kepada organisasi.

“Serikat pekerja adalah organisasi yang akan hidup apabila digerakkan oleh kader-kadernya. Datanglah ke sini dengan pola pikir lama, tetapi pulanglah dengan pola pikir baru. Tingkatkan daya juang, jiwa korsa, dan loyalitas terhadap organisasi, karena masa depan serikat pekerja berada di pundak kader-kader muda hari ini,” pesannya.

Ia juga menegaskan bahwa tantangan perjuangan serikat pekerja tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dari dalam organisasi sendiri. Oleh karena itu, kader harus memiliki integritas, semangat persatuan, dan kesetiaan terhadap cita-cita perjuangan.

Usai upacara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan istirahat, salat, dan makan bersama. Memasuki sesi pendidikan, Sulistiyono menyampaikan materi Ideologi dan Sejarah Perjuangan Serikat Pekerja, sedangkan materi berikutnya dibawakan oleh Guntoro dari PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi mengenai Komunikasi, Public Speaking, dan Teknik Orasi, sebagai bekal penting bagi kader dalam menjalankan fungsi organisasi dan advokasi.

Suasana pendidikan berlangsung penuh semangat. Sebanyak 22 tenda berdiri di lokasi kegiatan, dilengkapi dengan berbagai spanduk bertema perjuangan serikat pekerja yang berfungsi sebagai media pendidikan sekaligus propaganda positif kepada masyarakat mengenai pentingnya keberadaan organisasi serikat pekerja dalam memperjuangkan hak-hak pekerja secara konstitusional.

Hingga berita ini diturunkan, seluruh rangkaian Pendidikan Militansi V masih berlangsung dan dijadwalkan berakhir pada Minggu, 19 Juli 2026, dengan harapan mampu melahirkan kader-kader militan yang berkarakter, berintegritas, profesional, serta siap menjadi garda terdepan dalam menjaga dan meneruskan perjuangan FSP KEP SPSI di masa mendatang.

Her-spsibekasi.org

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker