BEKASI — Pimpinan Cabang FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi bersama Pimpinan Pusat FSP KEP SPSI menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Pendirian Koperasi Pekerja di Tingkat Perusahaan pada Selasa, 23 Juni 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula DPC KSPSI Kabupaten/Kota Bekasi, Jalan Jenderal A. Yani, Rawa Tembaga, Margajaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
Agenda ini diikuti sekitar 20 peserta dari berbagai perwakilan Pimpinan Unit Kerja (PUK) yang hingga saat ini belum memiliki koperasi pekerja berbadan hukum di perusahaan masing-masing.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam mendorong peningkatan kesejahteraan pekerja, tidak hanya melalui perjuangan upah dan perbaikan kondisi kerja, tetapi juga melalui penguatan ekonomi mandiri pekerja melalui koperasi.
Koperasi pekerja dinilai sebagai salah satu instrumen strategis yang sejalan dengan asas kekeluargaan dan gotong royong untuk meningkatkan kesejahteraan anggota beserta keluarganya. Namun dalam praktiknya, pembentukan koperasi di tingkat PUK masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari kurangnya pemahaman tentang konsep koperasi, pengelolaan manajemen, hingga aspek legalitas dan perizinan.
Melihat kondisi tersebut, PP FSP KEP SPSI dan PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi menginisiasi program penyuluhan ini guna memberikan pemahaman mendasar, berbagi praktik baik dari koperasi yang telah sukses, serta memberikan panduan konkret terkait tahapan pembentukan koperasi yang sah secara hukum.
Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan dalam dua gelombang. Angkatan pertama dilaksanakan pada Selasa, 23 Juni 2026, sementara angkatan kedua dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 25 Juni 2026, dengan waktu pelaksanaan pukul 13.30 WIB hingga selesai.
Ketua PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi, Moh. Yusuf, S.H., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk mendorong lahirnya koperasi-koperasi pekerja di setiap perusahaan.
Menurutnya, pembentukan koperasi pekerja nantinya akan mendapatkan dukungan penuh dari PC FSP KEP SPSI maupun instansi terkait seperti Dinas Koperasi, sehingga proses pembentukan hingga legalitas dapat berjalan lebih mudah.
“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah mendorong terbentuknya koperasi pekerja di tingkat perusahaan. Dalam proses pembentukannya nanti, PC bersama Dinas Koperasi siap membantu. Harapannya koperasi ini bisa mempermudah pekerja dan keluarganya dalam menghadapi persoalan ekonomi. Target kita jelas, anggota jangan sampai mengalami persoalan finansial yang berat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sejumlah koperasi pekerja yang sudah berjalan membuktikan koperasi mampu menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan anggota.
“Sudah ada contoh koperasi yang berhasil dan berkembang dengan baik. Karena itu saya berharap rekan-rekan dapat memaksimalkan penyuluhan ini, menyerap materi dengan baik, dan aktif berdiskusi agar sepulang dari sini bisa langsung menyusun langkah konkret di perusahaan masing-masing,” tambahnya.
Dalam sesi materi, ROBAL, S.Ag, selaku Kepala Bidang Pemberdayaan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bekasi, menyampaikan bahwa Kabupaten Bekasi sebagai kawasan industri terbesar memiliki potensi luar biasa dalam pengembangan koperasi pekerja.
Menurutnya, keberadaan koperasi tidak hanya memberikan manfaat bagi pekerja, tetapi juga mampu menciptakan ekosistem yang sehat dan produktif di lingkungan perusahaan.
“Di Kabupaten Bekasi terdapat banyak perusahaan besar. Ini merupakan potensi yang sangat besar untuk pengembangan koperasi. Koperasi yang sehat bisa membantu meningkatkan kesejahteraan pekerja sekaligus mendukung terciptanya hubungan industrial yang baik,” jelasnya.
Materi berikutnya disampaikan oleh Maman Abdurahman, S.E., M.M., Fungsional Pengawas Koperasi, yang menekankan pentingnya legalitas dalam pembentukan koperasi.
Ia menjelaskan bahwa koperasi yang telah berbadan hukum memiliki banyak keunggulan, terutama dari sisi administrasi, kredibilitas, dan peluang kerja sama.
“Koperasi yang berbadan hukum memiliki legitimasi yang kuat. Secara administratif koperasi dapat membuka rekening, menjalin kerja sama dengan pihak lain, serta membangun kepercayaan dari konsumen maupun mitra usaha,” paparnya.
Sementara itu, Agus Koswara selaku perwakilan dari PP FSP KEP SPSI membawakan materi mengenai tata cara pembentukan koperasi pekerja, mulai dari tahapan persiapan, persyaratan administratif, hingga proses legalisasi.
Agus menekankan pentingnya komitmen pengurus dan anggota sebagai fondasi utama keberhasilan koperasi.
Menjelang berakhirnya kegiatan, Hermawan dari PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi turut memberikan gambaran nyata mengenai praktik koperasi pekerja yang telah berjalan baik.
Dalam paparannya, Hermawan membagikan informasi tentang pengelolaan Koperasi Konsumen Pekerja PT NOK Indonesia sebagai contoh pengelolaan koperasi pekerja yang berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi anggota.
Melalui pengalaman tersebut, peserta mendapatkan gambaran konkret bahwa koperasi pekerja bukan sekadar konsep, melainkan instrumen nyata yang dapat dikelola secara profesional untuk meningkatkan kesejahteraan anggota.
Kegiatan yang dipandu oleh Sri Retno Purwaningsih selaku bidang sosial ekonomi PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi diselingi dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan terkait langkah awal pembentukan koperasi, model usaha yang cocok di lingkungan perusahaan, hingga strategi menjaga keberlanjutan koperasi.
Melalui kegiatan ini, PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi berharap seluruh peserta mampu menyusun rencana tindak lanjut dan segera menginisiasi pembentukan koperasi pekerja di perusahaan masing-masing, sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi dan kesejahteraan buruh yang berkelanjutan.
Penyuluhan ini menjadi langkah konkret PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi bersama PP FSP KEP SPSI dalam mendorong lahirnya koperasi pekerja yang sehat, legal, dan profesional. Dengan semakin banyak koperasi pekerja yang terbentuk, diharapkan kesejahteraan buruh tidak hanya bertumpu pada penghasilan bulanan, tetapi juga diperkuat melalui pemberdayaan ekonomi kolektif yang berkelanjutan.
Her-spsibekasi.org




