BekasiNEWS

KPPSB Bekasi Bongkar Isu Sensitif Perempuan, Ciptakan Ruang Aman bagi Pekerja Perempuan SPSI

Dari Diskusi Buku ke Gerakan Nyata, KPPSB Bekasi Gaungkan Perlindungan Perempuan dan Anak

Bekasi, spsibekasi.org – Komite Pekerja Perempuan SPSI Bekasi (KPPSB) menggelar diskusi dalam rangka meningkatkan pemahaman serta mempererat silaturahmi pekerja perempuan di wilayah Kabupaten/Kota Bekasi, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten/Kota Bekasi ini dihadiri sekitar 30 peserta perempuan yang merupakan perwakilan federasi serikat pekerja di bawah naungan KSPSI Kabupaten/Kota Bekasi.

Pertemuan ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus penguatan kapasitas kader perempuan dalam tubuh organisasi. Mewakili DPC KSPSI Kabupaten/Kota Bekasi, Warsidi dalam sambutannya menegaskan pentingnya keberadaan KPPSB sebagai wadah strategis untuk mendorong organisasi semakin hidup dan maju, khususnya dalam penguatan kader-kader perempuan.

Menurutnya, selama ini masih terdapat persoalan-persoalan perempuan yang tidak tersampaikan secara optimal, baik dari sisi emansipasi maupun persoalan personal yang kerap sulit diungkapkan di ruang campuran bersama laki-laki. “KPPSB menjadi wadah khusus bagi pekerja perempuan untuk menyampaikan aspirasi, uneg-uneg, serta persoalan yang mungkin tidak nyaman disampaikan di forum umum. Kami sangat mendukung keberadaan KPPSB karena manfaatnya nyata bagi pekerja perempuan dan keluarga besar KSPSI,” ujarnya sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Sementara itu, Ketua KPPSB, Sri Retno Purwaningsih, menyampaikan bahwa pertemuan kali ini mengangkat tema diskusi yang terinspirasi dari sebuah buku berjudul Broken Strings yang dirilis pada Oktober 2025 lalu. Buku tersebut ditulis oleh seorang perempuan keturunan Indonesia-Belgia bernama Aurélie Moeremans, yang mengisahkan pengalaman kekerasan dan pelecehan yang dialaminya dari orang-orang terdekat.

Sri Retno menjelaskan, buku tersebut dibagikan di grup internal KPPSB dan kemudian ditindaklanjuti dengan diskusi mendalam. Salah satu pekerja perempuan, Allifa Nissa Sabilla dari PT Dharma Polimetal secara sukarela menyusun dan memaparkan materi berdasarkan isi buku tersebut. “Dari pembahasan buku itu, kami menarik beberapa poin penting, di antaranya bagaimana seorang anak dapat dibuat bergantung pada sosok yang lebih dewasa, namun pada akhirnya justru mengalami tekanan dan kehilangan rasa percaya diri,” ungkapnya.

Diskusi kemudian diperluas pada konteks perlindungan pekerja perempuan dan keluarga, khususnya dalam upaya mencegah kekerasan serta membangun kesadaran untuk melindungi anak-anak, keluarga, dan lingkungan sekitar. Para peserta aktif berbagi pengalaman dan pandangan terkait langkah preventif yang dapat dilakukan, baik di lingkungan kerja maupun di rumah tangga.

Turut hadir sebagai pembicara dalam kegiatan ini Endang Rokhani yang memperkuat diskusi pada hari ini. Melalui kegiatan ini, KPPSB menegaskan komitmennya untuk terus menjadi ruang belajar, ruang aman, dan ruang perjuangan bagi pekerja perempuan di Bekasi, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam gerakan serikat pekerja di bawah naungan KSPSI.

Her-spsibekasi.org

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker