NasionalNEWS

Selamatkan Industri dari Krisis Gas, KSPSI di Bawah Andi Gani Dorong Perubahan RKAB di DPR RI

Penurunan harga gas menjadi angin segar, namun KSPSI menilai perubahan RKAB tetap menjadi kunci penting untuk menjaga keberlangsungan industri nasional

JAKARTA – Presiden Andi Gani Nena Wea pada Selasa, 30 Juni 2026, melakukan kunjungan kerja ke Gedung DPR RI bersama perwakilan perusahaan-perusahaan yang terdampak kelangkaan dan mahalnya harga gas industri di wilayah Tangerang dan Bekasi.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden KSPSI didampingi oleh Sekretaris Jenderal DPP KSPSI Hermanto Ahmad serta Ketua Umum PP FSP KEP SPSI R. Abdullah. Rombongan diterima langsung oleh Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal.

Pertemuan ini digelar sebagai bagian dari upaya mendorong pemerintah agar segera melakukan penyesuaian terhadap RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) sektor pertambangan, khususnya yang berkaitan dengan pasokan energi untuk kebutuhan industri nasional.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan ketersediaan gas industri dengan harga yang lebih kompetitif sehingga dapat menjaga keberlangsungan operasional perusahaan sekaligus melindungi pekerja dari ancaman pengurangan jam kerja, perumahan sementara, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dalam kesempatan tersebut, KSPSI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras membantu penyelesaian persoalan gas industri, termasuk Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, serta pihak-pihak lain yang turut berkontribusi.

Sekjen DPP KSPSI, Hermanto Ahmad, menyampaikan bahwa pihaknya mengapresiasi kerja keras pemerintah yang telah mendorong penurunan harga gas industri menjadi sekitar USD 13 per MMBTU.

“KSPSI mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan upaya dari Kementerian ESDM, Kementerian Ketenagakerjaan, DPR RI, Kapolri serta seluruh pihak terkait sehingga harga gas industri dapat turun. Ini menjadi langkah penting untuk menjaga keberlangsungan industri nasional,” ujar Hermanto.

Ia menegaskan, penurunan harga gas tersebut diharapkan dapat menjadi solusi nyata bagi perusahaan-perusahaan yang selama ini terdampak.

“Kami berharap perusahaan-perusahaan pengguna gas dapat kembali stabil. Yang paling utama, pekerja yang saat ini dirumahkan atau terancam PHK akibat kelangkaan dan mahalnya gas tidak mengalami kondisi yang lebih buruk. Ini yang menjadi perhatian utama kami,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PUK SP KEP SPSI PT Royalboard Banguninti Granito, Mulyadi, menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden KSPSI dan seluruh jajaran yang telah memperjuangkan aspirasi perusahaan dan pekerja.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden KSPSI Bapak Andi Gani Nena Wea beserta seluruh jajaran, juga kepada anggota DPR RI yang telah membantu memperjuangkan persoalan ini,” kata Mulyadi.

Menurutnya, keputusan penurunan harga gas menjadi USD 13 per MMBTU membawa harapan baru bagi perusahaan dan pekerja.

“Kami berharap setelah adanya penurunan harga gas ini, setiap perusahaan dapat menemukan solusi terbaik dan tidak terjadi PHK terhadap karyawan. Ini sangat penting bagi keberlangsungan industri dan masa depan para pekerja,” ujarnya.

Kunjungan ini menegaskan komitmen KSPSI untuk terus berada di garis depan dalam mengawal kepentingan buruh dan dunia usaha, khususnya di tengah tantangan ekonomi dan industri yang terus berkembang. Dengan sinergi antara pemerintah, DPR, pengusaha, dan serikat pekerja, diharapkan stabilitas industri nasional dapat terus terjaga dan pertumbuhan ekonomi tetap berjalan positif.

Her-spsibekasi.org

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker