NEWSPendidikan

Serikat Pekerja SP KEP SPSI dan IFWEA Resmi Luncurkan Study Circle, Siapkan Kader Pemikir dan Penggerak Perubahan

Kick Off Study Circles for Social Change SP KEP SPSI Resmi Digelar, Dorong Lahirnya Gagasan Baru dan Kader Perubahan

Bekasi – Federation of Chemical, Energy and Mining Workers Union SPSI atau FSP KEP SPSI resmi memulai program Study Circles for Social Change bekerja sama dengan International Federation of Workers’ Education Associations (IFWEA) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta pengembangan organisasi serikat pekerja di Indonesia. Kegiatan peresmian (kick off) program tersebut digelar pada Jumat, 22 Mei 2026 di DPC KSPSI Kabupaten/Kota Bekasi, Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 01 Komplek Pemkot Bekasi 17141.

Acara berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 16.00 WIB dan dihadiri sekitar 30 peserta yang terdiri dari unsur Tim Diklat PP FSP KEP SPSI, Komite Perempuan SP KEP SPSI (KPS2), serta Komite Pekerja Muda. Kegiatan juga diikuti secara daring melalui Zoom oleh peserta dan perwakilan serikat pekerja dari berbagai negara untuk mendengarkan arahan internasional terkait pengembangan program pendidikan pekerja berbasis study circle.

Kegiatan dihadiri langsung oleh jajaran Pimpinan Pusat FSP KEP SPSI yang dipimpin Ketua Umum R. Abdullah serta jajaran pengurus PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi.

Ketua Pelaksana, Saepul Anwar, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program tersebut. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan tiga kelompok kerja utama, yakni unsur lembaga diklat, Komite Pekerja Muda, dan KPS2 yang masing-masing memiliki fasilitator dan koordinator untuk memastikan keberlangsungan program secara berkelanjutan.

Menurutnya, program Study Circles for Social Change tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi akan dilaksanakan secara rutin dengan berbagai tema strategis yang menghasilkan karya nyata dan gagasan perubahan di lingkungan pekerja. Salah satu topik yang akan dibahas adalah advokasi ratifikasi Konvensi ILO 190 tentang penghapusan kekerasan dan pelecehan di dunia kerja yang ditargetkan menghasilkan produk berupa buku kerja hasil pemikiran peserta.

Sementara itu, Ketua PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi, Moh. Yusuf, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan momentum penting dalam membangun kesadaran sosial dan memperkuat kapasitas kader serikat pekerja menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks dan global.

Dalam sambutannya, Moh. Yusuf menegaskan bahwa program ini bukan sekadar agenda pendidikan biasa, melainkan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat organisasi dan membangun kader pekerja yang kritis, progresif, inklusif, serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan kerja maupun masyarakat.

Ia juga menyampaikan kebanggaannya karena kegiatan tersebut melibatkan berbagai elemen organisasi, mulai dari Komite Pekerja Muda, KPS2, hingga Tim Diklat PP FSP KEP SPSI. Selain itu, kehadiran peserta internasional secara daring dinilai menjadi bukti bahwa perjuangan pekerja telah menjadi bagian dari solidaritas global yang saling mendukung dan memperkuat.

Berbagai isu strategis menjadi fokus pembahasan dalam program ini, di antaranya penguatan organisasi serikat pekerja, keselamatan dan kesehatan kerja, perlindungan sosial, perubahan iklim dan transisi berkeadilan, literasi digital, kesehatan mental pekerja, hak pekerja migran, hingga isu kekerasan berbasis gender dan hak asasi manusia.

Dari perwakilan IFWEA Asia Pasifik, Sister Nina menyampaikan apresiasi kepada seluruh koordinator dan peserta yang telah bekerja keras mempersiapkan pelaksanaan Study Circles for Social Change. Ia menilai Indonesia bergerak sangat cepat dalam mengimplementasikan program tersebut dan berharap kegiatan berjalan lancar sesuai tujuan yang telah direncanakan.

Ketua Umum PP FSP KEP SPSI, R. Abdullah, dalam arahannya menekankan pentingnya melahirkan kader-kader pemikir yang mampu menciptakan gagasan baru demi menjaga eksistensi dan kekuatan organisasi serikat pekerja di masa depan.

Menurutnya, FSP KEP SPSI merupakan salah satu kekuatan serikat pekerja terbesar di Bekasi sehingga diperlukan inovasi, kemampuan komunikasi publik, serta tata kelola organisasi yang baik agar tetap menjadi organisasi pekerja yang representatif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Ia juga menyoroti pentingnya mendorong ratifikasi Konvensi ILO 190 dan memperkuat strategi peningkatan jumlah anggota serikat pekerja yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami tantangan serius akibat perubahan industri dan situasi ketenagakerjaan.

“Kita tidak ingin tercatat dalam sejarah bahwa serikat pekerja menjadi punah. Serikat pekerja tidak boleh punah sampai satu hari sebelum kiamat,” tegas Abdullah di hadapan peserta.

Menurutnya, keberadaan serikat pekerja tetap menjadi elemen penting dalam menjaga keseimbangan hubungan industrial di tengah sistem kapitalisme, sehingga penguatan kaderisasi dan lahirnya ide-ide baru menjadi kebutuhan mendesak bagi keberlangsungan organisasi.

Melalui kegiatan Kick Off Study Circles for Social Change ini, FSP KEP SPSI berharap lahir ruang belajar kolektif yang mampu mencetak kader-kader pekerja dengan perspektif kritis, kemampuan advokasi yang kuat, serta semangat solidaritas untuk memperjuangkan hak-hak pekerja di tingkat nasional maupun internasional.

Her-spsibekasi.org

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker