KoperasiNEWS

Koperasi Konsumen Pekerja PT NOK Indonesia Raup Laba Rp1,47 Miliar, Buktikan Kekuatan Ekonomi Buruh

Dikelola Pekerja, Untung Miliaran: Koperasi PT NOK Indonesia Jadi Contoh Sukses

Bekasi, spsibekasi – Koperasi Konsumen Pekerja PT NOK Indonesia (KPNI) menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 pada Minggu, 29 Maret 2026, bertempat di Majapahit Hall PT NOK Indonesia, Kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat, Bekasi. Kegiatan ini merupakan agenda wajib koperasi sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus kepada anggota atas kinerja organisasi selama satu tahun buku.

Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Perkoperasian, RAT wajib dilaksanakan paling lambat enam bulan setelah tutup buku pada 31 Desember 2025. Dengan demikian, pelaksanaan RAT KPNI dinilai telah memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) koperasi.

Dalam laporan kinerja yang disampaikan, KPNI berhasil membukukan keuntungan sebesar Rp1.479.800.909,76 pada Tahun Buku 2025, meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Saat ini koperasi memiliki sekitar 800 anggota, menjalankan berbagai unit usaha mulai dari toko kebutuhan pokok hingga usaha simpan pinjam, dengan total aset yang telah mencapai sekitar Rp30 miliar.

Ketua Panitia RAT, Puguh, menyampaikan bahwa dari total 800 anggota koperasi, sekitar 300 anggota sebelumnya telah menyatakan kesediaannya untuk hadir. Namun demikian, antusiasme anggota ternyata cukup tinggi, terbukti dengan tingkat kehadiran yang melebihi 50 persen dari jumlah anggota yang telah mengonfirmasi kehadiran. Ia juga menjelaskan bahwa total anggaran penyelenggaraan RAT mencapai Rp160 juta. Puguh berharap seluruh rangkaian kegiatan RAT dapat berjalan dengan lancar serta mampu menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang terbaik demi kemajuan dan keberlanjutan Koperasi KPNI.

Ketua KPNI, Setia Hardi, dalam sambutannya berharap RAT dapat menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang bermanfaat bagi seluruh anggota serta memperkuat peran koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Sementara itu, Ketua Pengawas KPNI, Hermawan, menegaskan bahwa tema RAT tahun ini, “Percepatan Strategi Bidang Usaha Untuk Kemajuan dan Perkembangan Koperasi Konsumen Pekerja PT NOK Indonesia Lebih Pesat,” harus menjadi pedoman arah pengembangan koperasi ke depan. Ia juga mendorong anggota untuk lebih aktif berkontribusi dalam kegiatan usaha koperasi.

Perwakilan manajemen PT NOK Indonesia, Subuh Agung Wibowo, menyampaikan dukungan perusahaan terhadap keberadaan koperasi, termasuk upaya mensejajarkan koperasi dengan organisasi lain di lingkungan perusahaan. Ia juga menyampaikan bahwa perusahaan telah melakukan renovasi ruang koperasi sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha koperasi, serta berharap hasil RAT dapat disampaikan kepada manajemen perusahaan.

Ketua PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi, Moh. Yusuf, SH, MH, dalam sambutannya menyampaikan bahwa koperasi KPNI merupakan salah satu koperasi pekerja yang dinilai baik di wilayah Bekasi karena belum memiliki catatan permasalahan serius dalam pengelolaannya. Ia juga menegaskan bahwa Pimpinan Cabang siap memberikan dukungan perbaikan apabila di kemudian hari terdapat persoalan dalam pengelolaan koperasi.

Ketua PUK SP KEP SPSI PT NOK Indonesia, Edi Supriyanto, menegaskan bahwa koperasi lahir dari rahim serikat pekerja, sehingga kekuatan serikat pekerja akan berdampak pada kekuatan koperasi. Ia mengingatkan agar koperasi tetap mengedepankan nilai kekeluargaan dan tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan layaknya sistem kapitalis. Ia juga mengajak anggota untuk aktif memberikan kritik dan saran demi kemajuan koperasi.

Ono Kartono, pendamping dari PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi yang turut menggagas pendirian koperasi pada April 2012, memaparkan perjalanan perkembangan koperasi yang kini telah memiliki aset sekitar Rp30 miliar. Ia juga memberikan contoh keberhasilan koperasi di berbagai negara sebagai inspirasi bagi pengembangan koperasi KPNI ke depan.

Ketua Dekopinda Kabupaten Bekasi, Toto Iskandar, dalam kesempatan tersebut menyampaikan analogi “garis tangan, campur tangan, dan buah tangan” sebagai filosofi dalam memajukan koperasi. Ia menekankan pentingnya peran aktif anggota sebagai pemilik koperasi melalui transaksi usaha koperasi.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bekasi, Drs. Hasan Basri, menegaskan bahwa koperasi karyawan tetap berada dalam pengawasan dan pembinaan dinas. Ia juga mengapresiasi pelaksanaan RAT KPNI yang dinilai semakin baik, serta berharap perusahaan terus memberikan ruang bagi koperasi untuk berkembang. Selain itu, pihaknya secara rutin menyelenggarakan pelatihan bagi pengurus dan pengawas koperasi untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan.

Selain membahas dan menetapkan laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas, RAT juga mengagendakan penyampaian Sisa Hasil Usaha (SHU) Tahun Buku 2025, pembahasan rencana kerja Tahun Buku 2026, serta pengundian doorprize bagi anggota yang hadir sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi anggota dalam kegiatan koperasi.

Her-spsibekasi.org

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker