InternasionalNEWS

Terpilih Aklamasi, Penasihat Kapolri Kembali Pimpin 20 Juta Buruh se-Asia Tenggara

Andi Gani Nena Wea Kembali Pimpin ASEAN TUC Periode 2026-2031

Jakarta, spsibekasi.org – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, kembali terpilih sebagai Presiden ASEAN Trade Union Council (ATUC) untuk periode 2026-2031. Penetapan tersebut berlangsung dalam pertemuan tingkat tinggi pimpinan serikat pekerja se-ASEAN yang digelar pada 10-11 Februari 2026 di Hotel Gran Melia, Jakarta.

 

Andi Gani yang juga menjabat Penasihat Kapolri meraih dukungan penuh dari seluruh pimpinan konfederasi serikat pekerja di kawasan ASEAN dan ditetapkan secara aklamasi. Untuk posisi Senior Vice President ATUC, peserta forum menetapkan Dato Halim yang saat ini menjabat sebagai Presiden Konfederasi Buruh Malaysia (MTUC). Sementara itu, jabatan Sekretaris Jenderal ATUC diamanahkan kepada Raymond Mendoza, yang juga menjabat sebagai Presiden Konfederasi Buruh Filipina (TUCP) serta anggota parlemen Filipina.

Terpilihnya kembali Andi Gani menandai periode kedua kepemimpinannya di ASEAN TUC, organisasi serikat pekerja terbesar di kawasan Asia Tenggara yang menaungi sekitar 20 juta pekerja dari berbagai negara anggota ASEAN. Hal ini sekaligus mencerminkan tingginya kepercayaan negara-negara anggota terhadap peran strategis Indonesia dalam mendorong solidaritas, dialog sosial, dan penguatan perlindungan pekerja di tingkat regional.

Dalam pernyataannya, Andi Gani menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi serikat pekerja ASEAN. Ia menyebut amanah tersebut sebagai tanggung jawab besar untuk memperjuangkan kepentingan buruh secara kolektif.

“Kepercayaan ini adalah amanah besar. Saya akan mendorong solidaritas buruh ASEAN agar semakin kuat, memperjuangkan upah layak, perlindungan kerja, serta melawan praktik union busting di seluruh kawasan,” tegas Andi Gani di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Lebih lanjut, Andi Gani menegaskan bahwa ASEAN TUC akan terus menjadi wadah strategis dalam memperjuangkan dialog sosial, keadilan industri, serta perdamaian kawasan melalui kerja sama lintas negara. Ia juga menyoroti pentingnya stabilitas dan demokrasi di kawasan, termasuk situasi politik di Myanmar yang dinilainya masih memerlukan perhatian serius, serta dinamika hubungan antarnegara ASEAN lainnya.

Menurutnya, solidaritas lintas negara menjadi kekuatan utama gerakan buruh di kawasan. Ia mencontohkan kekompakan konfederasi buruh Thailand dan Kamboja yang tetap bersatu dan solid dalam membesarkan ASEAN TUC, meskipun terdapat dinamika hubungan antarnegara.

“Kita melihat contoh positif bagaimana rekan-rekan dari konfederasi buruh Thailand dan Kamboja tetap kompak dan bersatu dalam membesarkan ASEAN TUC. Ini menjadi kekuatan kita bersama,” ujarnya.

Andi Gani memastikan, ASEAN TUC akan terus menjadi rumah besar bagi seluruh pekerja di Asia Tenggara, sekaligus pilar utama persatuan dan perjuangan buruh lintas negara.

“Harapannya, ASEAN TUC tetap menjadi tonggak persatuan pekerja Asia Tenggara, perdamaian kawasan tetap terjaga, dan solidaritas terus diperkuat untuk melawan setiap bentuk pelanggaran kemanusiaan yang masih terjadi di kawasan ASEAN,” pungkasnya.

Sumber: Tribunnews
Editor: Her-spsibekasi.org

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker