POLITIK

PERSATUAN BURUH JAWA BARAT

PARTAI BURUH JAWA BARAT

Bandung — Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengobarkan api semangat kepada seluruh kader partai, khususnya dalam kepengurusan Exco Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Kobaran api semangat tersebut, bahkan didukung oleh temuan hasil survei yang dipaparkan oleh salah satu lembaga survei politik, Poltracking Indonesia, periode November-Desember 2022 kemarin.

“Hasil survei kita di Jabar, kita mendapatkan 2,2%, padahal kita semua belum ngapa-ngapain. Bahkan posisi Partai Buruh di atas PBB, Perindo, Hanura, PSI dan lainnya, lewat semuanya,” ujar Said Iqbal, di V & Residence Hotel, Bandung, Jawa Barat, pada Minggu (12/02/23).

Seperti diketahui, Partai Buruh menggelar agenda Rapat Persatuan Buruh di 16 titik seluruh wilayah Indonesia, termasuk Provinsi Jawa Barat, yang dihelat di Kota Bandung. Dalam agenda tersebut, turut hadir sejumlah elemen gerakan masyarakat lintas sektoral, seperti KSPI, SPN, FSPMI, SBSI ’92, SPSI, SBSI, ASPEK Indonesia, ORI, Farkes Reformasi, FSBI, GOBSI, KPBI, SP Perhotelan, PBMI, SPI, SP Asuransi, ABJ, FPTHSI dan lainnya.

“Jadi setelah Rapat Persatuan Buruh ini, kita harus terus bergerak,” tegas Said Iqbal.

Lebih lanjut, Said Iqbal menyadari, bahwa Partai Buruh adalah partai kelas pekerja, yang harus membiayai operasionalnya lewat patungan dan iuran bersama. Sehingga Partai Buruh tak akan melakukan politik uang, namun memberikan penyadaran.

“Kita memang tidak bisa menggunakan politik uang, tapi kita bisa datang dan jelaskan kepada para buruh, petani, nelayan dan seluruh elemen masyarakat lainnya, bahwa kita akan memperjuangkan hak bersama.”

“Keberpihakan itulah yang akan menjadi kekuatan kita.”

Said Iqbal juga mendorong, para kader harus terus aktif bergerak dan berjuang lewat Partai Buruh. Hal ini dilakukan demi bisa mewujudkan cita-cita bersama, yakni membentuk negara sejahtera.

“Kita semua miskin, tapi kita punya cita-cita yang sama, yakni memenangkan Partai Buruh,” singkat Said Iqbal.

Tak lupa, Said Iqbal juga menyinggung terkait pendirian Posko Orange, yang beberapa waktu lalu turut diluncurkan serentak. Di mana posko tersebut, menjadi salah satu tempat penerimaan pengaduan dan membantu pelayanan, bagi seluruh masyarakat yang dirampas sewenang-wenang haknya.

“Tanah kamu dirampas, lapor, kamu ga digaji, lapor, kamu di-PHK, lapor. Apapun yang menjadi hakmu dirampas, maka lapor. Lapor ke Partai Buruh, kita sudah buatkan Posko Orange,” pungkas Said Iqbal.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker