NEWS

International Workers Memorial Day 2021

Bekasi, 28 April 2021 -Hari ini adalah Hari berkabung di seluruh dunia untuk mengenang para pekerja yang sakit dan meninggal dunia di tempat kerja. Peringatan hari international worker memorial day (IWMD) yang dilaksanakan setiap tahun adalah bentuk keprihatianan atas kondisi lingkungan kerja maupun alat pelindung diri yang menyebabkan banyak pekerja yang sakit bahkan meninggal dunia di tempat kerja.

PC FSP KEP SPSI Kabupaten – Kota Bekasi yang beranggotakan sekitar 65.000 pekerja di wilayah Bekasi Raya aktif melakukan peringatan IWMD sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja dengan mengingatkan dan menyerukan kepada seluruh pihak terkait, baik pemerintah, pekerja/serikat pekerja dan pengusaha untuk terus bersinergi dan bahu membahu dalam hal peningkatan kualitas keselamatan dan kesehatan di tempat kerja.

Berdasarkan informasi dari BPJS Ketenagakerjaan mengungkapkan kasus kecelakaan kerja mencapai 153.044 kasus sepanjang 2020. Angka tersebut turun tipis 1,46 persen dibandingkan 2019 lalu sebanyak 155.327 kasus. Tren kecelakaan kerja menurun sejak 2019, dari sebelumnya 173.415 kasus pada 2018.tetapi jumlah kasus kecelakaan kerja sempat naik pada 2018, dari tahun sebelumnya 123.042 kasus.

Berdasarkan lokasi kejadian mayoritas kecelakaan kerja sebanyak 104.823 kasus, setara 68,5 persen terjadi di dalam lingkungan kerja. Sementara itu, sebanyak 36.309 kasus merupakan kecelakaan lalu lintas dan sisanya 11.912 kasus terjadi di luar lingkungan kerja. Yang artinya mayoritas terjadi dalam lingkungan kerja, dan hal ini perlu menjadi perhatian bagi kita semua apakah beberapa perusahaan masih terus mengabaikan fasilitas dan pengawasan K3.

Apabila melihat dari waktu kecelakaan kerja terjadi pada jam kerja produktif. Sebanyak 30.981 kasus pada pukul 06.01-12.00 dan 60.812 kasus pada pukul 12.01-18.00. Sementara itu, kasus kecelakaan kerja yang terjadi pukul 18.01-24.00 sebanyak 37.499 dan pukul 00.01-06.00 sebanyak 23.752 kasus. Hal yang perlu digarisbawahi, adalah persentase korban meninggal meningkat di 2020 menjadi 3 persen dari sebelumnya 2 persen di 2019. Sementara itu, persentase pekerja yang mengalami cacat akibat kecelakaan kerja juga bertambah dari 3 persen pada 2019 menjadi 6 persen pada 2020. Pekerja yang sembuh sesudah kecelakaan kerja juga berkurang dari 95 persen pada 2019 menjadi 91 persen pada 2020.
Berdasarkan jenis kelamin, mayoritas korban kecelakaan kerja sebanyak 114.326 kasus atau 74,7 persen merupakan laki-laki. Sedangkan, sisanya sebanyak 38.718 orang adalah perempuan.

Di negara ini kasus kecelakaan dan kematian akibat kerja tampak belum menjadi perhatian pemerintah meskipun dari data diatas tampak jelas bahwa ind. Data yang disajikan Kementerian Ketenagakerjaan dan BPJS Tenaga Kerja (BPJS TK) tidak pernah menunjukan kenyataan yang terjadi di Industri. Kementerian mengandalkan pelaporan BPJS TK yang diajukan perusahaan karena keterbatasan pengawasan. Sementara BPJS TK sendiri mengandalkan klaim yang diajukan oleh perusahaan sebagai mitranya.

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Indonesia masih sangat jauh dibandingkan dengan negara lainnya. Masih banyak tempat kerja baik formal maupun informal yang masih mengabaikan penerapan K3 meskipun kasus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja sangat tinggi. Hal ini terjadi karena pihak-pihak terkait, yaitu pemerintah, pengusaha dan pekerja itu sendiri masih sangat rendah pemahamannya terhadap pentingnya K3 ujar Bung Arsad selaku wakil sekretaris IV PC FSP KEP SPSI Kabupaten – Bekasi. Oleh karena itu perlu langkah-langkah yang tepat agar kecelakaan bahkan kematian ditempat kerja dapat dikurangi atau tidak ada sama sekali di negara tercinta ini.

PHP Dev Cloud Hosting

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button