Jakarta, spsibekasi.org – Jaringan Ketenagakerjaan Sawit Berkelanjutan (JAGA SAWITAN) menggelar Dialog Pemangku Kepentingan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pilar Sawit Berkelanjutan dalam rangka refleksi tiga tahun perjalanan organisasi tersebut, Jumat (13/3/2026), bertempat di Hotel Ashley Tanah Abang. Kegiatan yang berlangsung pukul 13.30 hingga 18.00 WIB ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan implementasi K3 di sektor industri kelapa sawit.
Sejak dideklarasikan pada 16 Februari 2023, JAGA SAWITAN telah berkembang sebagai platform bipartit yang mempertemukan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan Jejaring Serikat Pekerja Kelapa Sawit Indonesia (JAPBUSI). Kolaborasi ini bertujuan untuk mendorong dialog sosial yang efektif dan produktif guna menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, kondusif, setara, dan berkeadilan dengan berpedoman pada hak-hak dasar pekerja serta norma ketenagakerjaan yang berlaku.
Dalam rangkaian acara, setelah sambutan dari para pemangku kepentingan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi panel yang menghadirkan tujuh perwakilan dari berbagai unsur strategis, di antaranya perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, International Labour Organization (ILO), perwakilan manajemen PT Astra Agro Lestari Tbk, serta koordinator buruh sawit, bersama pemangku kepentingan lainnya.
Diskusi tersebut membahas secara mendalam tantangan implementasi K3 di sektor perkebunan sawit, terutama terkait luasnya area pengawasan perkebunan yang dapat mencapai ribuan hektare sehingga memerlukan sistem pengawasan yang lebih efektif. Selain itu, forum juga membahas potensi risiko kecelakaan kerja yang dapat terjadi baik akibat faktor alam maupun human error, sehingga diperlukan penguatan sistem mitigasi risiko dan peningkatan kompetensi pekerja dalam aspek keselamatan kerja.
Dalam diskusi juga mengemuka pandangan mengenai perlunya penguatan regulasi K3, mengingat Undang-Undang K3 yang ada saat ini dinilai sudah berusia lebih dari 50 tahun sehingga memerlukan penyesuaian dengan perkembangan industri dan tantangan ketenagakerjaan modern agar tetap relevan dengan kondisi di lapangan.
Melalui kegiatan dialog multipihak ini, JAGA SAWITAN berupaya memperkuat sinergi antara pemangku kepentingan sektor sawit, baik dari unsur pemerintah, pengusaha, serikat pekerja, maupun organisasi internasional. Selain menjadi ruang diskusi strategis, forum ini juga menjadi sarana berbagi praktik-praktik terbaik (best practices) dalam penerapan K3 serta merumuskan rekomendasi perbaikan yang aplikatif untuk meningkatkan perlindungan pekerja di industri kelapa sawit.
Peringatan hari jadi ketiga JAGA SAWITAN ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang refleksi perjalanan organisasi, tetapi juga mampu menghasilkan langkah-langkah konkret dalam memperkuat budaya keselamatan kerja, meningkatkan kesejahteraan pekerja, serta mendukung terwujudnya industri kelapa sawit yang berkelanjutan di Indonesia.
Her-spsibekasi.org




