NEWSPendidikan

Mental Tempe Tak Berlaku! Serikat Pekerja PT EGM Serius Bangun Militansi Anggota

Menyatukan Rasa dan Perjuangan, Pendidikan Militansi SP PT EGM Digelar di Purwakarta

Purwakarta, spsibekasi.org — Pendidikan dalam berorganisasi menjadi kebutuhan mutlak bagi serikat pekerja agar mampu menjalankan fungsi, tugas, dan tanggung jawabnya secara optimal. Sejalan dengan hal tersebut, Serikat Pekerja PT Eka Gunatama Mandiri (EGM) menggelar Pendidikan Militansi yang dilaksanakan selama dua hari, Sabtu-Minggu (13-14 Desember 2025), dengan melibatkan sekitar 100 orang anggota serikat pekerja.

Kegiatan pendidikan militansi ini mengusung tema “Mewujudkan Generasi yang Solid, Kuat, dan Militan dalam Menjalankan Roda Organisasi di Masa yang Akan Datang” dan berlangsung di kawasan wisata alam Taman Batu, Purwakarta, Jawa Barat.

Acara pembukaan dilaksanakan di lapangan terbuka dan dihadiri oleh jajaran pengurus Serikat Pekerja PT EGM, para peserta pendidikan, serta narasumber yang berasal dari Pimpinan Cabang FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi dan narasumber dari luar organisasi.

Taufik, Pengurus PUK SP KEP SPSI PT EGM yang bertindak sebagai pembina upacara pembukaan, menekankan pentingnya membangun soliditas internal organisasi. Ia menyampaikan bahwa kegiatan pendidikan militansi ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan oleh serikat pekerja di PT EGM. Dalam arahannya, Taufik juga menyinggung sejarah perjuangan buruh di Indonesia, termasuk tokoh “raja mogok” dan Marsinah yang dikenang sebagai pahlawan buruh nasional. Menurutnya, saling mengenal, saling menyapa, dan membangun kedekatan antaranggota merupakan fondasi utama untuk menciptakan organisasi yang solid dan kuat.

Sementara itu, Imbar, S.T. selaku Ketua Serikat Pekerja PT EGM menjelaskan bahwa pendidikan ini difokuskan pada penguatan bidang organisasi dan mental perjuangan anggota. Ia menegaskan bahwa organisasi dibangun untuk menyatukan perjuangan dan rasa kebersamaan. “Kita ingin meningkatkan mental kawan-kawan, agar mampu saling membela dalam organisasi. Digitalisasi itu penting, tetapi perjuangan tidak cukup hanya lewat pesan WhatsApp lalu merasa sudah menjadi pejuang,” ujarnya.

Imbar juga menegaskan bahwa perjuangan organisasi mencakup banyak aspek, termasuk kepedulian sosial. Ia memastikan bahwa organisasi siap siaga 24 jam untuk mengawal dan membela anggota. Pendidikan militansi ini, lanjutnya, menjadi sarana untuk menyatukan rasa sehingga ke depan perjuangan organisasi dapat berjalan lebih mudah dan organisasi menjadi semakin kuat.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Ketua PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi, Moh. Yusuf, S.H, M.H. Ia menilai kegiatan pendidikan militansi tersebut sebagai agenda yang sangat positif dan strategis dalam membangun kekuatan serikat pekerja. “Mental tempe tidak bisa dipakai dalam berorganisasi. Militansi itu penting, baik secara fisik maupun pemikiran,” tegasnya.

Moh. Yusuf juga mengapresiasi kepengurusan Serikat Pekerja PT EGM yang dinilainya konsisten menjadikan pendidikan sebagai agenda utama, berbeda dengan periode sebelumnya yang belum melaksanakan kegiatan serupa. Ia menambahkan, meskipun kegiatan ini dilaksanakan di kawasan wisata, tujuan utama pendidikan tetap menjadi prioritas. Di akhir sambutannya, Moh. Yusuf secara resmi membuka rangkaian kegiatan Pendidikan Militansi Serikat Pekerja PT EGM.

Hingga berita ini diturunkan, kegiatan pendidikan masih terus berlangsung dengan metode pembelajaran yang memadukan aktivitas di dalam dan luar ruangan. Melalui pendidikan ini, diharapkan lahir generasi baru serikat pekerja yang solid, kuat, dan militan dalam memperjuangkan hak serta menjalankan roda organisasi di masa mendatang.

Her-spsibekasi.org

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker