NEWSPendidikan

Melawan Stigma, Membangun Kekuatan: Pendidikan Militansi Serikat Pekerja PT EGM di Purwakarta

Pendidikan Militansi PUK SP KEP SPSI PT Eka Gunatama Mandiri Digelar di Purwakarta, Perkuat Kesadaran, Soliditas, dan Militansi Anggota

Purwakarta, spsibekasi.org — Serikat Pekerja PT Eka Gunatama Mandiri (PUK SP KEP SPSI PT EGM) menggelar Pendidikan Militansi yang diikuti oleh 87 peserta dari berbagai bagian kerja di perusahaan tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, pada 13-14 Desember 2025, bertempat di kawasan Taman Batu, Purwakarta, Jawa Barat.

Peserta yang berasal dari unit-unit kerja di perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi keramik dan kaca ini mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh keseriusan dan antusiasme. Pendidikan militansi ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas anggota, pemahaman organisasi, serta penanaman nilai-nilai perjuangan serikat pekerja dalam menghadapi dinamika hubungan industrial.

Kegiatan diawali dengan acara pembukaan di lapangan pada pukul 11.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan sesi materi pertama setelah istirahat, shalat Zuhur, dan makan siang. Materi awal membahas tentang public speaking yang disampaikan oleh seorang pakar di bidang tersebut. Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya kemampuan berbicara di depan umum sebagai bekal strategis bagi pekerja dan aktivis serikat.

“Kemampuan public speaking bukan hanya penting bagi organisasi, tetapi juga menjadi bekal hidup bagi pekerja. Kepercayaan diri dalam menyampaikan pendapat akan membuka banyak peluang, baik di tempat kerja maupun di tengah masyarakat,” ujar narasumber.

Materi selanjutnya disampaikan oleh unsur internal organisasi dari Pengurus PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi. Ketua PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi, Moh. Yusuf, S.H., M.H., menyampaikan materi tentang Hubungan Industrial sebagai bekal dalam menciptakan hubungan kerja yang harmonis, dinamis, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa hubungan industrial dibangun oleh tiga unsur utama, yakni pemerintah, pengusaha, dan pekerja yang diwakili oleh serikat pekerja, dengan tujuan menciptakan keselarasan kepentingan.

“Hubungan industrial yang sehat hanya bisa terwujud jika tiga unsur, yakni pemerintah, pengusaha, dan pekerja berjalan seimbang. Serikat pekerja hadir untuk memastikan keselarasan itu terjaga demi hubungan kerja yang adil dan berkelanjutan,” tegas Moh. Yusuf.

Dalam sesi ini, peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan kritis, mulai dari isu omnibus law, rencana kenaikan upah tahun 2026, hingga legalitas status pekerja harian di perusahaan, yang semakin menghidupkan diskusi.

Materi kemudian dilanjutkan oleh Guntoro, S.H., Wakil Ketua II PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi, yang menyampaikan materi tentang Ideologi dan Strategi Perjuangan. Ia menegaskan pentingnya kesadaran identitas kelas pekerja serta makna perjuangan kolektif dalam serikat pekerja.

“Kita harus sadar siapa kita. Kita adalah buruh yang berjuang untuk kesejahteraan. Kenaikan upah, perlindungan BPJS, dan pembelaan hukum yang hari ini kita nikmati adalah hasil dari perjuangan panjang serikat pekerja,” ujarnya.

Memasuki sesi malam hari, setelah istirahat, makan malam, dan shalat Maghrib, Hermawan menyampaikan materi tentang penguatan soliditas dan solidaritas anggota melalui propaganda positif. Ia menekankan bahwa perjuangan serikat pekerja saat ini tidak hanya dilakukan melalui aksi turun ke jalan, tetapi juga melalui ruang digital dan media sosial.

“Perjuangan hari ini tidak hanya turun ke jalan. Media sosial adalah ruang perjuangan baru. Ketika serikat pekerja dilecehkan, anggota wajib hadir untuk melawan stigma negatif dengan propaganda yang positif dan bermartabat,” jelasnya.

Selanjutnya, Heri Budiono, Wakil Sekretaris I PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi, menyampaikan materi tentang Jiwa Korsa sebagai fondasi persaudaraan, soliditas, dan solidaritas antaranggota.

“Selama kita masih dibutuhkan, kita akan dianggap bernilai. Karena itu solidaritas dan kualitas diri harus terus diperkuat agar kita tidak mudah disingkirkan oleh kepentingan perusahaan,” ungkap Heri Budiono.

Menutup rangkaian materi hari pertama, Ono Kartono, Wakil Ketua I PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi, memberikan materi tentang kesadaran berorganisasi. Ia mengingatkan bahwa kesejahteraan tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus diperjuangkan secara sungguh-sungguh.

“Membangun kesejahteraan tidaklah mudah. Dibutuhkan perjuangan yang serius, pengorbanan moril dan materiil, serta kesadaran penuh dalam berorganisasi untuk mencapai tujuan bersama,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan sesi renungan malam sebagai sarana introspeksi diri bagi para peserta. Pendidikan Militansi ini dilanjutkan pada Minggu, 14 Desember 2025, dengan sesi permainan edukatif (games) yang dirancang untuk menanamkan nilai persatuan dan kesatuan sebagai fondasi utama perjuangan organisasi, yang akan dipandu langsung oleh panitia penyelenggara.

Her-spsibekasi.org

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker