Bekasi, spsibekasi.org – Peringatan HUT SPSI ke-53 dan Hari Pekerja Indonesia (Harpekindo) 2026 di Bekasi menjadi momentum penegasan komitmen perjuangan buruh. Ketua DPC KSPSI Kabupaten/Kota Bekasi sekaligus Ketua Umum PP FSP KEP SPSI, R. Abdullah, menegaskan bahwa berbagai capaian kesejahteraan pekerja, termasuk kenaikan upah yang signifikan, merupakan hasil perjuangan panjang SPSI selama lebih dari setengah abad. Bahkan dengan tegas ia menyatakan, “SPSI tidak boleh bubar sebelum kiamat.”
Peringatan tahun ini dikemas dengan kegiatan bernuansa rohani mengingat momentum hari lahir SPSI pada 20 Februari bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Acara diawali dengan pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Panca Prasetya SPSI, serta mengheningkan cipta sebagai bentuk penghormatan terhadap para pendahulu perjuangan kaum pekerja. Kegiatan dipandu oleh pembawa acara dari unsur DPC LEM SPSI.
Ketua DPC KSPSI Kabupaten/Kota Bekasi yang juga Ketua Umum PP FSP KEP SPSI, R. Abdullah, mengawali sambutannya dengan sebuah pantun yang disambut antusias peserta.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa selama 53 tahun berdiri, SPSI telah banyak memberikan kontribusi nyata bagi pekerja, termasuk dalam perjuangan kenaikan upah yang signifikan.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap kenaikan kesejahteraan harus diimbangi dengan peningkatan tanggung jawab dan kinerja para pekerja.
“Kenaikan upah yang dirasakan saat ini merupakan hasil perjuangan SPSI. Karena itu, ketika kesejahteraan meningkat, kewajiban sebagai pekerja juga harus dijalankan dengan baik,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa saat ini Kabupaten/Kota Bekasi menjadi salah satu daerah dengan tingkat upah tertinggi di Indonesia, yang merupakan hasil kerja bersama Dewan Pengupahan. Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa penetapan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) tahun 2026 saat ini sedang dalam proses gugatan oleh Pimpinan Daerah.
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa Pimpinan Pusat SPSI saat ini tengah fokus mengawal upaya perbaikan Undang-Undang Cipta Kerja yang ditargetkan selesai sebelum 30 Oktober 2026.
Dalam kesempatan tersebut, R. Abdullah juga menyampaikan target partisipasi pekerja Bekasi dalam peringatan May Day 2026 dengan harapan dapat mengirimkan sekitar 10.000 anggota sebagai bentuk kekuatan solidaritas pekerja.
Ia juga berharap adanya dukungan program pelatihan bagi pekerja dan serikat pekerja yang dapat difasilitasi melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, ia mengajak kalangan pengusaha yang tergabung dalam Apindo untuk terus membangun kemitraan strategis dengan SPSI.
“Kami berharap Apindo menjadikan SPSI sebagai mitra terbaik dalam mewujudkan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan. SPSI siap memberikan kontribusi dalam peningkatan produktivitas dan keuntungan perusahaan. Kami siap menjadi mitra terbaik,” katanya.
Menutup sambutannya, ia menegaskan komitmen organisasi untuk terus hadir dalam perjuangan pekerja.
“SPSI tidak boleh bubar sebelum kiamat,” tegasnya, yang disambut tepuk tangan peserta.
Kegiatan peringatan HUT SPSI ke-53 dan Harpekindo 2026 ini diharapkan semakin memperkuat solidaritas antaranggota serikat pekerja serta memperkokoh komitmen perjuangan dalam mewujudkan kesejahteraan pekerja melalui hubungan industrial yang harmonis.
Her-spsibekasi.org



