Kegiatan PUK SPKEP SPSI BekasiNEWS

Study Banding ke PT Omron, Serikat Pekerja PT NOK Indonesia Perdalam Program Daycare bagi Pekerja

Fasilitas daycare dinilai membantu pekerja mengatasi kendala pengasuhan anak sekaligus mendukung peningkatan kehadiran dan produktivitas perusahaan

BEKASI — Upaya memperkuat aspirasi pekerja dalam penyusunan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) terus dilakukan melalui berbagai langkah konstruktif. Salah satunya dengan mempelajari secara langsung penerapan fasilitas Tempat Penitipan Anak (daycare) di perusahaan yang telah menjalankan program tersebut.

Pada Rabu, 9 September 2026, rombongan pekerja dan pengurus serikat pekerja PT NOK Indonesia melakukan study banding fasilitas daycare ke PT Omron Manufacturing Of Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.00 WIB tersebut bertujuan memperoleh gambaran lebih jelas mengenai pengelolaan dan pelaksanaan fasilitas daycare di lingkungan perusahaan.

Kunjungan ini diikuti oleh tujuh orang yang terdiri dari unsur perusahaan dan serikat pekerja PT Omron. Selain melihat secara langsung fasilitas daycare, rombongan juga berdiskusi mengenai manfaat program tersebut terhadap pekerja maupun perusahaan.

HR Departemen PT Omron Manufacturing Indonesia, Mohammad Herfin, menjelaskan bahwa fasilitas daycare merupakan salah satu bentuk dukungan perusahaan terhadap pekerja, khususnya mereka yang telah memiliki anak dan menghadapi kendala pengasuhan.

Menurutnya, keberadaan daycare dapat membantu mengurangi persoalan pekerja yang terkendala masuk kerja karena harus mengurus kebutuhan anak maupun keluarga.

“Daycare di PT Omron merupakan fasilitas yang disediakan perusahaan untuk seluruh pekerja sebagai salah satu upaya meningkatkan kehadiran pekerja. Pekerja yang sudah memiliki anak terkadang memiliki kendala terkait pengasuh sehingga tidak dapat masuk kerja karena harus mengurus keperluan keluarga,” ujar Mohammad Herfin.

Dalam pelaksanaannya, PT Omron Manufacturing Indonesia bekerja sama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan daycare. Perusahaan juga melibatkan dokter spesialis anak yang berasal dari jaringan asuransi perusahaan sebagai bagian dari dukungan terhadap aspek kesehatan dan keselamatan anak.

Dari hasil kunjungan tersebut, pengurus PUK SP KEP SPSI PT NOK Indonesia mendapatkan gambaran bahwa fasilitas daycare tidak hanya memberikan manfaat bagi pekerja, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi keberlangsungan operasional perusahaan. Dengan adanya dukungan terhadap kebutuhan pengasuhan anak, pekerja dapat menjalankan tugas secara lebih optimal sehingga tingkat kehadiran dan produktivitas dapat terjaga.

Ketua PUK SP KEP SPSI PT NOK Indonesia, Edi Supriyanto, menyampaikan apresiasi atas penerimaan dan keterbukaan pihak PT Omron Manufacturing Indonesia serta SPEE FSPMI PT Omron dalam menerima kunjungan tersebut.

Ia menilai study banding menjadi bagian penting dalam memperjelas bagaimana fasilitas daycare dapat diterapkan di lingkungan perusahaan sekaligus menjadi bahan penguatan argumentasi dalam proses perundingan PKB.

“Terima kasih atas penerimaan dari HR dan PUK SPEE FSPMI PT Omron. Kunjungan hari ini untuk memperjelas pelaksanaan fasilitas daycare di PT Omron sebagai bahan memperkuat argumentasi dalam pelaksanaan perundingan PKB, karena terdapat aspirasi dari anggota terkait fasilitas tersebut,” kata Edi.

Menurutnya, pengalaman perusahaan lain yang telah menjalankan daycare dapat menjadi referensi objektif dalam membangun argumentasi bahwa pemenuhan fasilitas pendukung bagi pekerja tidak semata-mata merupakan tambahan fasilitas, tetapi juga dapat memberikan manfaat terhadap produktivitas perusahaan.

Selain mengunjungi fasilitas daycare, rombongan juga melakukan kunjungan ke sekretariat serikat pekerja PT Omron. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Unit Kerja SPEE FSPMI PT Omron, Jatmiko N., menjelaskan berbagai kegiatan yang dilakukan serikat pekerja serta dinamika hubungan industrial yang dibangun bersama perusahaan.

Pertukaran informasi tersebut menjadi bagian dari pembelajaran bagi peserta mengenai praktik hubungan industrial, termasuk bagaimana serikat pekerja menjalankan peran organisasi dalam memperjuangkan kepentingan pekerja sekaligus membangun komunikasi dengan pihak perusahaan.

Study banding ini diharapkan dapat memberikan referensi yang lebih konkret bagi serikat pekerja dalam menyusun dan memperjuangkan aspirasi anggota dalam perundingan PKB, khususnya terkait fasilitas daycare.

Keberadaan daycare dinilai memiliki nilai strategis karena dapat membantu pekerja menjalankan tanggung jawab pekerjaan tanpa mengabaikan kebutuhan pengasuhan anak. Pada sisi perusahaan, dukungan tersebut berpotensi meningkatkan kehadiran, fokus, dan produktivitas pekerja.

Kontributor: Anggi Nugraha
Her-spsibekasi.org

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker