
BEKASI — Sekitar 50 orang dari berbagai federasi serikat pekerja yang tergabung dalam Gerakan Kesejahteraan Nasional (Gekanas) menghadiri kegiatan tahlil dan doa bersama untuk mengenang almarhum Bung Indra Munaswar, salah satu tokoh yang dikenal memiliki jejak panjang dalam gerakan buruh di Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung di halaman DPC KSPSI Bekasi, Jl. Jend. A. Yani No. 1 Kota Bekasi pada 10 September 2026 mulai pukul 19.30 WIB menjadi momentum bagi para sahabat, keluarga, serta rekan seperjuangan untuk kembali mengenang sosok Indra Munaswar, bukan hanya sebagai seorang aktivis perburuhan, tetapi juga sebagai figur yang dinilai telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk memperjuangkan kepentingan pekerja dan masyarakat.
Ketua Umum PP FSP KEP SPSI, R. Abdullah, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa sebagian besar usia Indra Munaswar telah diabdikan untuk perjuangan bersama kaum pekerja.
“Sekitar tiga perempat usianya diabdikan untuk perjuangan bersama kita. Jejak perjuangannya di Bekasi juga begitu jelas,” ujar R. Abdullah.
Menurutnya, sejumlah momentum penting dalam perjalanan gerakan buruh di Bekasi tidak dapat dilepaskan dari kiprah Indra Munaswar. Ia menyebut sejumlah basis perjuangan dan pembentukan serikat pekerja yang pernah dilakukan mendiang, di antaranya BEM, Bakrie, dan Bakrie Pipe.
Karena itu, menurut R. Abdullah, tidak berlebihan apabila masyarakat dan gerakan buruh di Bekasi memberikan penghormatan serta mengenang sosok Indra Munaswar.
Ia juga mengenang kedekatan personalnya dengan almarhum. Banyak pengalaman yang dilalui bersama, termasuk dalam berbagai aktivitas perjuangan dan kehidupan sehari-hari.
“Saya mengalami banyak hal bersama beliau. Pernah sepiring makan bersama. Beliau adalah orang baik yang telah berjuang dengan ikhlas bersama kita,” tuturnya.
Putra almarhum Indra Munaswar, Pizky Febriansyah Amrullah, yang hadir mewakili keluarga, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan penghormatan yang diberikan para sahabat serta rekan-rekan seperjuangan kepada ayahnya.
Rizki mengaku tidak menyangka keluarganya akan diundang dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan, selama hidupnya, sang ayah beberapa kali diajak mengikuti berbagai agenda perburuhan.
Ia menggambarkan perjalanan perjuangan ayahnya sebagai perjalanan yang penuh pengabdian. Menurutnya, Indra Munaswar merupakan sosok yang tidak mengenal lelah dan tidak terbiasa mengeluhkan berbagai persoalan yang dihadapinya.
“Perjalanan beliau adalah perjalanan yang indah. Beliau tidak pernah mengenal lelah dan tidak mengeluh dalam kehidupannya,” kata Rizki.
Rizki juga mengatakan bahwa perjuangan tersebut kini menjadi bagian yang ingin ia teruskan. Ia menyebut dirinya telah turut terjun dalam gerakan serikat pekerja dan saat ini dipercaya sebagai Ketua PUK di Kawasaki.
“Saya juga terjun dan turut andil untuk meneruskan perjuangan Bapak. Saat ini saya menjadi Ketua PUK di Kawasaki. Saya akan meneruskan perjuangan beliau. Semoga perjuangan beliau bisa bermanfaat dan kegiatan ini menjadi ladang amal bagi kita semua,” ujarnya.
Setelah penyampaian dari keluarga, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil, tahmid, dan doa yang dipimpin Saepul Anwar.
Suasana berlangsung khidmat ketika para peserta bersama-sama mendoakan almarhum serta mengenang pengabdian yang telah diberikan selama hidupnya.
Usai doa bersama, sejumlah sahabat almarhum menyampaikan kesan dan pesan mengenai sosok Indra Munaswar serta perjalanan panjangnya dalam gerakan buruh.
Chandra Mahlan menjadi salah satu sahabat yang menyampaikan kesaksian mengenai awal perkenalannya dengan Indra Munaswar hingga keterlibatan aktif almarhum dalam berbagai dinamika gerakan buruh di Indonesia.
Cerita tersebut menggambarkan bagaimana Indra Munaswar tumbuh menjadi salah satu figur yang konsisten berada dalam perjuangan pekerja dan membangun jaringan gerakan buruh di berbagai daerah.
R. Abdullah kembali menegaskan bahwa jejak perjuangan Indra Munaswar di Bekasi tidak hanya terlihat dalam aktivitas advokasi, tetapi juga dalam proses pembentukan sejumlah organisasi serikat pekerja.
Ia menyebut beberapa PUK di Kota Bekasi yang menurutnya turut dibentuk melalui kiprah almarhum, antara lain PUK Bakrie dan PUK Benang Emas Murni serta sejumlah PUK lainnya.
“Beberapa PUK di Kota Bekasi dibentuk oleh almarhum. Sebut saja PUK Bakrie, PUK Benang Emas Murni dan lainnya,” kata R. Abdullah.
Menurutnya, warisan perjuangan Indra Munaswar juga dapat dilihat dari sejumlah gagasan yang pernah diperjuangkannya untuk kepentingan masyarakat luas, termasuk terkait fasilitas kesehatan gratis yang hingga kini dinikmati masyarakat Indonesia.
Selain itu, R. Abdullah menyinggung pemikiran Indra Munaswar mengenai nomenklatur dan arah pembentukan regulasi ketenagakerjaan sebagai bagian dari perjalanan panjang perjuangan buruh.
Bagi para sahabat dan rekan seperjuangannya, kepergian Indra Munaswar bukan berarti berakhirnya perjuangan. Sebaliknya, nilai-nilai perjuangan, keberanian, solidaritas, dan pengabdian yang ditinggalkannya menjadi warisan yang diharapkan dapat diteruskan oleh generasi berikutnya.
Kegiatan tahlil dan doa bersama tersebut pun menjadi ruang untuk merawat ingatan sekaligus memperkuat kembali semangat kebersamaan di antara berbagai federasi pekerja yang tergabung dalam Gekanas.
Jejak Bung Indra Munaswar mungkin telah menjadi bagian dari sejarah, namun bagi mereka yang pernah berjalan bersamanya, semangat perjuangannya diyakini akan tetap hidup dan diteruskan oleh generasi buruh berikutnya.
Her-spsibekasi.org