
BEKASI — Penguatan pendidikan dan peningkatan kompetensi menjadi langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi dunia kerja. Semangat tersebut menjadi dasar kunjungan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, S.H., M.H. ke SMK Mitra Industri MM2100, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Kamis (27/8/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya mengembangkan kerja sama di bidang pendidikan sekaligus menjalankan program kerja DPP KSPSI, khususnya dalam penguatan pendidikan hubungan industrial bagi generasi muda dan calon pekerja.
Andi Gani hadir bersama sejumlah pimpinan DPP KSPSI. Turut hadir Ketua Umum PP FSP KEP SPSI R. Abdullah beserta jajaran, Ketua PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi, Moh. Yusuf para aktivis serikat pekerja dari berbagai PUK di kawasan industri MM2100 dan sekitarnya, serta Brigade KSPSI yang turut mengawal kegiatan.
Kedatangan rombongan KSPSI disambut langsung oleh CEO sekaligus Founder SMK Mitra Industri MM2100, H. Darwoto, S.E. selaku Ketua Yayasan Mitra Industri Mandiri, Kepala Sekolah SMK Mitra Industri Lispiyatmini, M.Pd. serta Ketua Komite SMK Mitra Industri, Ir. H. Musfir, M.M.
Suasana penyambutan berlangsung semarak. Para tamu disambut secara seremonial oleh siswa-siswi SMK Mitra Industri yang memperkenalkan kemampuan mereka menggunakan enam bahasa. Penampilan tersebut menunjukkan karakter pendidikan di SMK Mitra Industri yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan teknis, tetapi juga membangun kemampuan komunikasi dan kesiapan menghadapi dunia kerja global.
Penyambutan kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan seni musik angklung yang dibawakan para siswa. Antusiasme para siswa terlihat jelas ketika menyambut kehadiran Presiden KSPSI dan rombongan.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan KSPSI juga berkeliling melihat berbagai fasilitas pendidikan dan ruang praktik yang dimiliki SMK Mitra Industri MM2100.
Sejumlah fasilitas yang dikunjungi antara lain ruang praktik teknik sepeda motor, perhotelan, simulasi berkendara, kendaraan dengan teknologi kendali suara, praktik kerja bangku, pengecatan, panel surya, kelistrikan, robotisasi, serta berbagai fasilitas lain yang dirancang untuk mendekatkan proses pembelajaran dengan kebutuhan dunia industri.
SMK Mitra Industri MM2100 sendiri didirikan oleh Yayasan Mitra Industri Mandiri dengan dukungan kawasan industri MM2100, FKKS MM2100, serta perusahaan-perusahaan yang berada di kawasan tersebut. Sekolah ini berdiri di atas lahan sekitar dua hektare dan dikembangkan dengan konsep pendidikan yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan industri.
Berbagai kompetensi keahlian tersedia di sekolah tersebut, di antaranya Teknik Sepeda Motor, Elektronika Industri, Ketenagalistrikan, Teknik Permesinan, Akuntansi, Akomodasi Perhotelan, Teknik Kendaraan Ringan, hingga Teknik Kimia Industri.
Sejak berdiri, SMK Mitra Industri telah menghasilkan lebih dari 7.000 lulusan. Para lulusan tersebut kemudian menempuh berbagai jalur, mulai dari bekerja di perusahaan industri, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, berwirausaha, hingga mengikuti program pemagangan dan bekerja di luar negeri, termasuk Jepang dan Jerman.
Ketua Yayasan Mitra Industri Mandiri, H. Darwoto, S.E. menyampaikan bahwa keberadaan SMK Mitra Industri merupakan bagian dari kontribusi nyata untuk menjawab kebutuhan dunia industri sekaligus meningkatkan kompetensi masyarakat.
“Sekolah ini hadir untuk memenuhi kebutuhan industri sekaligus memberikan peningkatan kompetensi kepada masyarakat Kabupaten Bekasi,” ujar Darwoto.
Menurutnya, lulusan SMK Mitra Industri diarahkan untuk memiliki berbagai pilihan masa depan. Sebagian dapat langsung bekerja dan disalurkan ke perusahaan industri, sebagian melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, berwirausaha, maupun mengikuti program pemagangan ke luar negeri.
Darwoto juga menjelaskan bahwa kontribusi SMK Mitra Industri tidak hanya dirasakan di kawasan industri. Pengembangan pendidikan berbasis industri terus diperluas ke berbagai wilayah, termasuk Deltamas, Jawa Tengah, Jawa Timur, Mojokerto, hingga rencana pembukaan sekolah di wilayah Banten.
Setelah mengikuti rangkaian kunjungan dan melihat langsung fasilitas pendidikan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan profil SMK Mitra Industri oleh Kepala Sekolah. Lispiyatmini, M.Pd. Pemaparan tersebut memberikan gambaran mengenai sejarah, sistem pendidikan, fasilitas, capaian lulusan, serta hubungan sekolah dengan dunia industri.
Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara DPP Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI)–AGN dengan SMK Mitra Industri.
Kerja sama tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara organisasi pekerja dan lembaga pendidikan dalam membangun sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, pemahaman terhadap dunia kerja, serta wawasan mengenai hubungan industrial.
Bagi KSPSI, kerja sama ini juga memiliki arti strategis. Pendidikan hubungan industrial tidak semata-mata berbicara mengenai aturan ketenagakerjaan, tetapi juga bagaimana sejak dini generasi calon pekerja memahami hak dan kewajiban, budaya kerja, keselamatan kerja, komunikasi di tempat kerja, serta pentingnya hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan.
Kunjungan yang berlangsung sekitar tiga jam tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa hubungan antara serikat pekerja dan dunia pendidikan dapat dikembangkan menjadi sebuah kolaborasi yang lebih luas.
Her-spsibekasi.org.