Presiden KSPSI Andi Gani Jadi Kunci Penyelamatan Industri dan Puluhan Ribu Lapangan Kerja

Tak Masuk Pemerintah, Andi Gani Nena Wea Tetap Berjuang dan Sukses Selamatkan 50 Ribu Buruh dari PHK

JAKARTA — Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menyampaikan keterangan pers di Kantor DPP KSPSI AGN, Jalan RS Fatmawati Raya, Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (29/6). Keterangan pers tersebut disaksikan langsung oleh perwakilan PUK-PUK terdampak dari Bekasi dan Tangerang yang hadir untuk mendengar secara langsung hasil perjuangan KSPSI dalam menyelesaikan persoalan kelangkaan dan mahalnya harga gas industri.

Dalam konferensi pers yang turut diliput sejumlah media televisi nasional itu, Andi Gani didampingi Sekretaris Jenderal DPP KSPSI AGN, Hermanto Ahmad, Ketua Umum PP FSP KEP SPSI, R. Abdullah, serta Ketua PC FSP KEP SPSI Kabupaten/Kota Bekasi, Moh. Yusuf.

Dalam keterangannya yang berlangsung sekitar 30 menit, Andi Gani menegaskan bahwa langkah cepat pemerintah dalam menurunkan harga gas industri merupakan keputusan penting yang berhasil menyelamatkan keberlangsungan industri nasional sekaligus menghindari ancaman PHK massal terhadap lebih dari 50 ribu pekerja.

“Hari ini pemerintah telah mengambil langkah cepat dan tepat. Ini menunjukkan keberpihakan nyata terhadap dunia industri dan para pekerja. Jika persoalan harga gas ini tidak segera diselesaikan, ancaman PHK besar-besaran hampir pasti terjadi,” tegas Andi Gani.

Ia menjelaskan, penurunan harga gas industri dari kisaran US$20-23 menjadi sekitar US$13 per MMBTU bahkan lebih rendah dari tuntutan awal serikat pekerja dan pelaku industri, menjadi angin segar bagi sektor industri padat karya seperti keramik, kaca, kertas, dan ban, khususnya di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Menurut Andi Gani, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa perjuangan serikat pekerja bukan hanya untuk kepentingan anggota KSPSI, tetapi juga untuk menjaga stabilitas industri nasional dan keberlangsungan lapangan kerja.

“Inilah bentuk nyata sikap pekerja. Ketika perusahaan mengalami kesulitan, pekerja tidak tinggal diam. Kita ikut mencari solusi karena perusahaan adalah tempat mencari nafkah bersama,” ujarnya.

Selain isu gas industri, Andi Gani juga mengungkapkan bahwa KSPSI akan kembali menggelar pembahasan bersama DPR terkait persoalan sektor pertambangan yang saat ini juga mengancam ratusan ribu pekerja akibat terhentinya hampir 90 persen operasional tambang.

Dalam kesempatan itu, Andi Gani juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran kabinet, termasuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, atas langkah cepat pemerintah dalam merespons situasi kritis yang dihadapi dunia industri.

Ia menegaskan bahwa keputusan dirinya untuk tetap berada di jalur perjuangan serikat pekerja dan tidak masuk dalam struktur pemerintahan merupakan bentuk konsistensi menjaga independensi perjuangan buruh.

“Sejak era Presiden Jokowi hingga sekarang, saya beberapa kali diminta masuk pemerintahan, tetapi saya memilih tetap berada di jalur perjuangan agar daya tawar perjuangan buruh tetap kuat,” ungkapnya.

Atas keberhasilan tersebut, Andi Gani juga mengumumkan bahwa rencana aksi besar-besaran yang sebelumnya akan digelar di Jakarta dengan melibatkan sekitar 50 ribu buruh resmi dibatalkan, karena tuntutan utama terkait harga gas industri telah dipenuhi pemerintah.

Sementara itu, Ketua Umum PP FSP KEP SPSI, R. Abdullah, menegaskan bahwa keputusan pemerintah ini menjadi bukti kuat bahwa sinergi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah mampu menghasilkan solusi konkret untuk menjaga keberlangsungan industri dan melindungi pekerja dari ancaman PHK.

KSPSI memastikan akan terus mengawal implementasi kebijakan harga gas industri agar tetap konsisten dan memberikan dampak nyata bagi penyelamatan dunia usaha dan kesejahteraan buruh di seluruh Indonesia.

Her-spsibekasi.org

Exit mobile version