Presiden Buruh Andi Gani Nena Wea Bergerak Cepat, 55 Ribu Buruh Terhindar dari Ancaman PHK

Andi Gani Nena Wea Dorong Solusi Gas Industri, Pemerintah Turunkan Harga untuk Selamatkan Buruh dari Ancaman PHK

JAKARTA – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, kembali menunjukkan keberpihakannya terhadap kepentingan buruh sekaligus keberlangsungan dunia usaha. Di tengah kelangkaan dan tingginya harga gas industri yang menekan sektor manufaktur, Andi Gani bergerak cepat membangun komunikasi dengan berbagai pihak guna mencari solusi konkret.

Krisis pasokan dan mahalnya harga gas industri sebelumnya menjadi ancaman serius bagi dunia industri nasional. Kondisi tersebut diperkirakan dapat memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 55.000 pekerja apabila tidak segera ditangani secara serius.

Dalam upaya mencari jalan keluar, Andi Gani tidak hanya membawa aspirasi buruh, tetapi juga melibatkan unsur pengusaha agar solusi yang dihasilkan lebih komprehensif dan realistis. Serangkaian pertemuan strategis dilakukan bersama Kementerian ESDM, Perusahaan Gas Negara, hingga Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia sebagai bagian dari langkah serius menjaga keberlangsungan industri nasional.

Langkah ini membuktikan bahwa kepemimpinan serikat pekerja yang berada di luar struktur pemerintahan tetap mampu memainkan peran strategis dalam memperjuangkan nasib buruh dan menjaga stabilitas industri.

Perjuangan tersebut membuahkan hasil setelah pemerintah resmi menurunkan harga liquefied natural gas (LNG) untuk industri menjadi USD 13 per MMBTU, dari sebelumnya berada di kisaran USD 20 hingga USD 23 per MMBTU.

Andi Gani menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah. Menurutnya, kebijakan ini menjadi langkah krusial untuk menyelamatkan puluhan ribu buruh dari ancaman PHK massal.

“Kami menyampaikan apresiasi luar biasa atas keputusan cepat pemerintah yang mengambil kebijakan menurunkan harga gas industri. Ini langkah penting untuk menjaga keberlangsungan industri dan melindungi para pekerja,” ujar Andi Gani, Senin (29/6/2026).

Ia mengungkapkan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil dari komunikasi intensif dengan sejumlah pihak, di antaranya Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, hingga Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Menurut Andi Gani, intervensi pemerintah terhadap harga gas industri sangat mendesak, mengingat tingginya biaya energi telah memukul banyak perusahaan, bahkan sudah menyebabkan PHK di PT Granito Keramik.

Dengan adanya penurunan harga gas industri ini, Andi Gani berharap perusahaan-perusahaan yang sebelumnya berencana mengurangi produksi atau menutup operasional dapat kembali berjalan normal, sekaligus membatalkan rencana PHK massal.

Secara khusus, Andi Gani juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas arahan cepat yang dinilai berpihak pada keberlangsungan industri dan perlindungan tenaga kerja.

Kebijakan pemerintah ini dinilai menjadi sinyal positif bahwa sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja dapat menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas industri nasional serta melindungi lapangan kerja di tengah tantangan ekonomi global.

Her-spsibekasi

Exit mobile version