Suara Buruh di HUT Bhayangkara: Selain Sembako, Akses Kesehatan Juga Sangat Dibutuhkan

Sinergi Polri dan Buruh Menguat di HUT Bhayangkara ke-80, Kapolri Luncurkan Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh

JAKARTA — Momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026 menjadi momen istimewa bagi kalangan pekerja/buruh di Indonesia. Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui kegiatan Puncak Bakti Kesehatan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 menghadirkan program yang dinilai sangat bermanfaat bagi buruh, yakni peluncuran Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh, Selasa (23/6/2026), di RS Bhayangkara Lemdiklat Polri, Jalan Ciputat Raya No. 40, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini dihadiri ribuan buruh dari berbagai daerah, termasuk Bekasi, Jakarta, dan Banten. Acara ini menjadi bentuk nyata sinergi antara Polri dan kalangan pekerja dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih inklusif dan mudah diakses.

Layanan yang diberikan dalam kegiatan bakti kesehatan ini sangat beragam, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan gigi, konsultasi spesialis KIA/KB, donor darah, khitanan, pemeriksaan stunting, pembagian kacamata baca gratis, skrining TBC, cek kesehatan gratis, hingga pemberian alat bantu bagi penyandang disabilitas.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi meluncurkan Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh, sebuah terobosan layanan kesehatan yang memungkinkan buruh memperoleh akses prioritas di seluruh jaringan Rumah Sakit Bhayangkara di Indonesia.

“Hari ini kita bersama-sama buruh, selain melaksanakan kegiatan bakti kesehatan, khusus buruh kita memberikan kartu dengan nama Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh,” ujar Kapolri.

Menurutnya, kartu tersebut dihadirkan sebagai bentuk komitmen Polri untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi para pekerja. Dengan kartu tersebut, buruh dapat memperoleh akses layanan kesehatan secara lebih cepat dan mudah di fasilitas kesehatan milik Polri di berbagai wilayah Indonesia.

“Untuk buruh bisa melaksanakan kegiatan pengecekan kesehatan di seluruh layanan Rumah Sakit Polri yang ada di Indonesia. Ini merupakan bagian dari komitmen dan kerja sama untuk membantu memberikan layanan kesehatan bagi rekan-rekan buruh di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah strategis yang dilakukan Polri. Ia menilai perhatian Kapolri terhadap kesejahteraan dan kesehatan buruh merupakan bentuk keberpihakan nyata kepada pekerja Indonesia.

“Dari buruh Indonesia kami mengucapkan terima kasih atas perhatian luar biasa Bapak Kapolri, yang juga Ketua Dewan Penasehat KSPSI. Kami sangat mengapresiasi sinergi yang telah dibangun melalui Desk Ketenagakerjaan Polri,” ujar Andi Gani.

Menurutnya, program ini hadir di waktu yang sangat tepat di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan oleh banyak pekerja. Ancaman PHK, tekanan biaya hidup, dan kebutuhan layanan kesehatan menjadi persoalan yang dihadapi buruh saat ini.

“Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh ini sangat membantu buruh, terutama dalam situasi ekonomi yang cukup berat dan ancaman badai PHK yang masih membayangi. Kami berharap program ini benar-benar memberi manfaat besar bagi pekerja dan keluarganya,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang buruh asal Bekasi, Anton Prabowo, mengaku bangga dapat hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai manfaat terbesar dari acara ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan akses pelayanan kesehatan yang benar-benar dibutuhkan buruh.

“Kami bangga bisa diundang dalam peringatan Hari Bhayangkara. Yang paling kami butuhkan sebenarnya bukan sekadar sembako, tetapi pelayanan kesehatan yang baik. Dengan kartu ini, buruh bisa mendapatkan akses prioritas layanan kesehatan,” ujarnya.

Anton juga mengapresiasi berbagai fasilitas yang diberikan, seperti cek kesehatan, donor darah, hingga pembagian kacamata gratis. Ia berharap program serupa terus dikembangkan ke depan.

“Kalau bisa kegiatan seperti ini ditingkatkan lagi setiap tahun. Pelayanan kacamata misalnya bisa diperbanyak stannya agar lebih maksimal. Harapan kami, kartu prioritas ini juga benar-benar bisa digunakan di seluruh rumah sakit Polri,” tambahnya.

Lebih jauh, Anton berharap hubungan antara buruh dan Polri semakin harmonis. Menurutnya, sinergi yang baik akan menciptakan hubungan yang lebih sehat antara aparat dan pekerja.

“Kami berharap buruh dan polisi bukan lagi dipandang berseberangan, tetapi menjadi mitra yang saling mendukung. Dengan hubungan yang baik, kita bisa bersama-sama membangun dunia ketenagakerjaan yang lebih baik,” katanya.

Her-spsibekasi.org

Exit mobile version