Sempat Diusir dan Berkali-Kali Ditolak Kerja Karena Disabilitas, Aditya Akhirnya Diterima di PT APM Hyundai Transys Indonesia

Di Tengah Penolakan dan Diskriminasi, PT APM Hyundai Transys Indonesia Beri Kesempatan Penyandang Disabilitas Berkerja

BEKASI – Di saat masih banyak penyandang disabilitas menghadapi stigma dan kesulitan mendapatkan pekerjaan, PT APM Hyundai Transys Indonesia (AHTI) menunjukkan komitmen nyata terhadap kesetaraan kesempatan kerja. Perusahaan patungan yang memproduksi jok mobil (kursi otomotif) dan berbagai komponen pendukung kendaraan untuk memasok kebutuhan produksi PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia di kawasan industri Kota Deltamas itu mengambil langkah yang jarang dilakukan banyak perusahaan dengan membuka kesempatan bagi pekerja penyandang disabilitas untuk bergabung dan berkembang bersama perusahaan.

Salah satu kisah inspiratif datang dari Aditya Bagus Permana (23), lulusan SMK Negeri 1 Cibarusah jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif. Putra pertama dari dua bersaudara yang berasal dari keluarga sederhana tersebut harus menghadapi kenyataan pahit saat mencari pekerjaan. Ayahnya bekerja sebagai pengumpul limbah rongsok, sementara ibunya merupakan buruh cuci. Kondisi fisiknya yang mengalami disabilitas membuat Aditya berulang kali mengalami penolakan. Bahkan, menurut pengakuannya, ia telah mengikuti sedikitnya delapan proses rekrutmen, namun beberapa kali ditolak bahkan sebelum sempat mengikuti tes karena cara berjalannya dianggap berbeda.

Namun nasib berbeda ia temukan di PT APM Hyundai Transys Indonesia. M. Ridwan, yang terlibat dalam proses rekrutmen, melihat semangat dan tekad besar yang dimiliki Aditya. Meski sempat terjadi diskusi dengan manajemen, Ridwan meyakini bahwa kemampuan dan kemauan bekerja jauh lebih penting daripada keterbatasan fisik seseorang.

“Saya yang menerima, saya yang bertanggung jawab. Saya garansi ke manajemen. Yang saya lihat adalah niat kerjanya. Penyandang disabilitas pun punya hak yang sama untuk mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik,” ujar Ridwan.

Keputusan tersebut terbukti tidak salah. Dalam waktu dua hari masa pelatihan dan penempatan kerja, Aditya menunjukkan kemampuan beradaptasi yang sangat baik hingga dapat bekerja secara mandiri. Kinerja dan semangat kerjanya menjadi inspirasi bagi rekan-rekan kerja lainnya.

Menurut Ridwan, kehadiran Aditya menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk menghasilkan pekerjaan yang berkualitas. Bahkan, semangat kerja yang ditunjukkan Aditya menjadi cermin bagi pekerja lainnya.

“Kalau yang memiliki keterbatasan saja mampu menunjukkan semangat kerja yang tinggi dan hasil kerja yang baik, tentu ini menjadi motivasi bagi pekerja lainnya untuk memberikan yang terbaik bagi perusahaan,” tambahnya.

Langkah yang dilakukan PT APM Hyundai Transys Indonesia tidak hanya mencerminkan komitmen terhadap kualitas dan produktivitas, tetapi juga kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan inklusivitas. Kisah Aditya menjadi pengingat bahwa kesempatan yang diberikan kepada orang yang tepat dapat mengubah kehidupan seseorang, sekaligus menjadi contoh bagi dunia industri bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi, kemampuan, dan hak yang sama untuk berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan perusahaan maupun bangsa.

Her-spsibekasi.org

Exit mobile version