Perempuan Indonesia Ambil Peran Strategis dalam Agenda Global Kesetaraan Gender di Swiss

Dari Jenewa untuk Masa Depan Serikat Pekerja: Perempuan Jadi Kunci Regenerasi Organisasi

JENEWA, SWISS – Perwakilan pekerja perempuan Indonesia turut berpartisipasi aktif dalam IndustriALL Global Union Women and Executive Committees Meetings yang berlangsung pada 9-12 Juni 2026 di Jenewa, Swiss. Forum internasional yang diikuti sekitar 61 perwakilan pekerja perempuan dari berbagai negara di bawah naungan IndustriALL Global Union ini mengangkat tema “Kepemimpinan Perempuan dan Regenerasi Organisasi Serikat Pekerja.”

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut bertujuan mendorong agenda kesetaraan gender, memperkuat kepemimpinan perempuan di tingkat global, serta membahas strategi regenerasi organisasi melalui program kaderisasi pekerja perempuan. Indonesia diwakili oleh Siti Masitoh sebagai peserta program mentor-mentee (mentee) dan Ira Laila Budiman sebagai mentor dari Chemical, Energy and Mine Workers Union (CEMWU) FSP KEP SPSI.

Dalam berbagai sesi diskusi, peserta menegaskan bahwa program mentor-mentee merupakan salah satu instrumen paling efektif dalam mempersiapkan generasi baru pemimpin perempuan untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang. Organisasi serikat pekerja juga didorong untuk menciptakan jalur kaderisasi yang mampu mengatasi hambatan akses pendidikan, pengalaman, dan jaringan yang masih dihadapi banyak pekerja perempuan.

Forum tersebut juga menekankan bahwa keberhasilan program kaderisasi tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang terlibat, tetapi dari semakin banyaknya perempuan yang berani mengambil peran strategis dalam organisasi, seperti menjadi pengurus, negosiator, organizer, maupun pengambil keputusan. Seluruh peserta menyepakati bahwa investasi terhadap kepemimpinan perempuan saat ini merupakan fondasi penting untuk membangun organisasi serikat pekerja yang lebih kuat, demokratis, dan inklusif di masa depan.

Siti Masitoh, peserta program mentor-mentee sekaligus perwakilan pekerja perempuan Indonesia, menyampaikan bahwa program tersebut memberikan ruang belajar yang sangat penting bagi perempuan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan memperluas wawasan melalui transfer pengetahuan dari para senior yang berpengalaman.

“Program mentor-mentee memberikan ruang belajar yang krusial bagi perempuan untuk meningkatkan kapasitas diri. Regenerasi kepemimpinan sangat penting bagi keberlanjutan serikat pekerja, sehingga organisasi wajib menyediakan jalur kaderisasi yang inklusif bagi perempuan muda. Keberhasilan program ini dapat dilihat dari semakin banyak perempuan yang berani mengambil posisi strategis sebagai negosiator maupun pengambil keputusan. Investing in Women Leaders Today Means Building Stronger Unions Tomorrow,” ujar Siti Masitoh.

Sebagai peserta dari Indonesia, Siti Masitoh yang juga merupakan pengurus PUK SP KEP SPSI PT Kreasi Dasatama mengaku mendapatkan banyak pengalaman dan inspirasi dari forum tersebut. Ia berharap praktik baik yang diperoleh selama kegiatan dapat diimplementasikan dan dikembangkan di lingkungan serikat pekerja Indonesia.

“Saya berharap sekembalinya dari forum ini, semakin banyak organisasi serikat pekerja di Indonesia maupun di tingkat global yang mengembangkan program mentor-mentee serupa, sehingga lahir lebih banyak pemimpin perempuan yang mampu membawa perubahan positif bagi pekerja dan masyarakat,” ungkapnya.

Partisipasi perwakilan Indonesia dalam forum internasional ini menunjukkan semakin besarnya kontribusi dan pengakuan terhadap perempuan pekerja Indonesia dalam mendorong agenda kesetaraan gender serta penguatan kepemimpinan perempuan di tingkat global. Kehadiran Siti Masitoh dan Ira Layla Budiman juga menjadi bukti komitmen CEMWU FSP KEP SPSI dalam mendukung regenerasi organisasi dan memperluas ruang kepemimpinan bagi perempuan pekerja.

Kontributor: Siti Masitoh
Her-spsibekasi.org

Exit mobile version