R. Abdullah Targetkan Masa Besar May Day 2026, Aspirasi Buruh Siap Disampaikan ke Presiden Prabowo Subianto

Koordinasi May Day 2026 Bekasi, Ketua DPC KSPSI Dorong Partisipasi Maksimal dan Sampaikan Agenda Strategis Buruh

Bekasi – Dalam agenda koordinasi persiapan peringatan May Day 2026 yang digelar di Warna Warni Resto, Jl. Inspeksi Kalimalang, Tambun, Bekasi (17/4/2026), Ketua DPC KSPSI Kabupaten/Kota Bekasi, R. Abdullah, menegaskan pentingnya soliditas dan partisipasi maksimal seluruh elemen buruh dalam menyukseskan peringatan Hari Buruh Internasional.

Dalam arahannya, R. Abdullah menyampaikan bahwa peringatan May Day bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum perjuangan buruh yang telah berlangsung sejak tahun 1888 dan menjadi simbol solidaritas pekerja di seluruh dunia. Ia juga mengingatkan bahwa 1 Mei merupakan hari libur nasional, sehingga pekerja diharapkan dapat hadir secara maksimal, bahkan dimungkinkan membawa keluarga sebagai bentuk kebersamaan.

“Target kehadiran harus dimaksimalkan. Ini bukan hanya soal jumlah, tetapi menunjukkan kekuatan dan persatuan buruh Bekasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa peringatan May Day 2026 akan dipusatkan di Jakarta dan direncanakan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Momentum tersebut akan dimanfaatkan untuk menyampaikan aspirasi buruh secara langsung kepada pemerintah.

Salah satu agenda utama adalah mendorong percepatan revisi Undang-Undang Cipta Kerja, menyusul putusan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan perlunya perbaikan regulasi tersebut paling lambat Oktober 2026. Selain itu, buruh juga akan menyuarakan realisasi janji pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional.

R. Abdullah juga menekankan bahwa capaian kenaikan upah di Bekasi yang termasuk tertinggi tidak lepas dari kekuatan persatuan serikat pekerja. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga solidaritas dan meningkatkan peran aktif dalam gerakan buruh.

Dalam kesempatan tersebut, turut disampaikan sejumlah program peningkatan kesejahteraan anggota, seperti rencana pelatihan K3 bekerja sama dengan berbagai pihak, serta program perumahan pekerja dengan skema cicilan terjangkau.

Menutup arahannya, R. Abdullah menegaskan bahwa masa depan gerakan buruh sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia. Ia mendorong generasi muda serikat pekerja untuk terus meningkatkan kapasitas melalui pendidikan dan penguatan kompetensi.

“Perjuangan buruh tidak akan berhenti. Kuncinya adalah pendidikan, persatuan, dan komitmen untuk terus bergerak maju,” pungkasnya.

Her-spsibekasi.org

Exit mobile version