
Bandung Barat, spsibekasi.org – Rombongan pengurus Pimpinan Pusat (PP) FSP KEP SPSI yang dikomandoi langsung oleh Ketua Umum SP KEP SPSI, R. Abdullah, menyambangi Posko Kemanusiaan PC FSP KEP SPSI Bandung Barat (16/2). Kehadiran rombongan tersebut dalam rangka menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada para korban musibah longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Rombongan PP FSP KEP SPSI yang mewakili Yayasan Filantropy Pekerja Indonesia selaku sayap sosial kemanusiaan organisasi, disambut langsung oleh Ketua PC FSP KEP SPSI Bandung Barat, Dadang Ramon, bersama jajaran pengurus PD FSP KEP SPSI Provinsi Jawa Barat serta masyarakat terdampak bencana. Turut hadir Ketua Filantropy Mustiyah, Sekretaris Abdul Ghofur, dan Bendahara Mustopo yang secara simbolis menyalurkan bantuan bencana alam di Kabupaten Bandung Barat. Bantuan tersebut merupakan donasi yang dihimpun dari anggota dan PUK SP KEP SPSI sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian nyata keluarga besar SPSI terhadap para korban musibah.
Sebagaimana diketahui, musibah longsor yang terjadi pada 24 Januari 2026 di kawasan Cisarua tersebut menimbulkan dampak yang sangat besar. Lebih dari 80 orang dilaporkan meninggal dunia, sekitar 20 orang masih dalam pencarian, serta lebih dari 53 rumah warga tertimbun material longsor. Tragedi ini menjadi salah satu bencana paling memilukan di wilayah Bandung Barat pada awal tahun 2026.
Sejak hari pertama kejadian, Posko SP KEP SPSI telah menerjunkan tim Brigana SPSI untuk membantu proses pencarian dan evakuasi korban yang tertimbun. Hingga saat ini, relawan SPSI masih tetap bertahan di lokasi, memberikan bantuan kemanusiaan, mulai dari distribusi logistik hingga pendampingan bagi warga terdampak. Di tengah puluhan posko kemanusiaan lain yang secara bertahap telah meninggalkan lokasi, Posko SP KEP SPSI tetap konsisten menunjukkan komitmen solidaritasnya.
Dalam kesempatan tersebut, R. Abdullah menegaskan bahwa kehadiran organisasi bukan sekadar simbolis, melainkan wujud nyata kepedulian gerakan serikat pekerja terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Dukungan dari keluarga besar SPSI dan Yayasan Filantropy Pekerja Indonesia diharapkan dapat terus mengalir agar bantuan kemanusiaan tetap berlanjut hingga para korban dapat bangkit, kembali mandiri, dan beraktivitas seperti sediakala.
Solidaritas ini menjadi bukti bahwa gerakan serikat pekerja tidak hanya berjuang di ranah hubungan industrial, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dalam situasi darurat kemanusiaan.
Kontributor: Agm
Editor: Her-spsibekasi.org