
Bekasi, spsibekasi.org — Prosesi pelantikan Pengurus PUK SP KEP SPSI PT Impack Pratama Industri Tbk periode 2026-2029 resmi digelar pada Selasa, 17 Februari 2026, bertempat di ruang meeting PT Sirkular Karya Indonesia (SKI), Jalan Inti Raya Blok C-4 Kav. 2-3, Hyundai, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB berakhir pukul 15.10 WIB tersebut berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
Ketua Panitia Musnik, Tri Roy, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan rangkaian lanjutan dari agenda Musyawarah Unit Kerja (Musnik) yang sebelumnya telah dilaksanakan di Waroeng Gecok pada 16 Januari 2026 dan berjalan dengan baik. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan, serta menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses terdapat hal-hal yang kurang berkenan. Apresiasi juga disampaikan kepada para tamu undangan yang hadir dalam agenda pelantikan tersebut.
Susunan Kepengurusan PUK SP KEP SPSI PT Impack Pratama Industri Tbk masa bakti 2026-2029 ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan yang dibacakan oleh pengurus PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi, dengan komposisi sebagai berikut:
- Ketua: Purwanto
- Wakil Ketua I: Supriyono
- Wakil Ketua II: Toni Angga Wijaya
- Wakil Ketua III: Tri Roi Nurafian
- Wakil Ketua IV: Maulana
- Sekretaris: Iriyanto
- Wakil Sekretaris I: Ifan
- Wakil Sekretaris II: Wahyu Saputra
- Wakil Sekretaris III: Tukriyanto
- Wakil Sekretaris IV: Ferry Anggara
- Bendahara: Adi Triawan
Dalam sambutannya, Ketua PUK periode sebelumnya, Nuril Abidin, menyampaikan permohonan maaf apabila selama masa kepemimpinannya terdapat kekeliruan. Ia menegaskan bahwa organisasi harus terus berjalan dan berkembang karena tantangan ke depan semakin kompleks. Menurutnya, pola perjuangan tidak lagi semata-mata mengandalkan kekuatan massa, tetapi harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas dan kompetensi. “Mungkin hari ini kita masih bisa menggunakan otot, tetapi ke depan kita harus meng-upgrade skill. Perusahaan memiliki modal dan sumber daya, maka kawan-kawan juga harus meningkatkan kemampuan,” ujarnya. Ia juga menyoroti berbagai regulasi yang dinilai belum berpihak kepada pekerja serta pentingnya pembelajaran dari keberhasilan perjuangan di tempat lain.
Sementara itu, Ketua PUK terpilih, Purwanto, menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah menyangka akan dipercaya memimpin organisasi. Ia menegaskan bahwa meski tidak berambisi sejak awal, dirinya siap mengemban amanah dan memastikan roda organisasi berjalan dengan baik. Sebagai generasi ketiga dalam kepemimpinan PUK, ia melihat adanya perbedaan karakter dan gaya perjuangan dari generasi sebelumnya dan berkomitmen untuk menyelesaikan Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Ia juga menyoroti kondisi posisi tawar pekerja yang dinilainya masih lemah dan menyatakan perlunya komitmen bersama untuk memperkuat organisasi, termasuk mendorong perubahan sistem pengupahan di perusahaan. Pengalaman organisasinya yang panjang, termasuk saat mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dengan perolehan 1.200 suara di wilayah Bekasi dan Depok tanpa dukungan modal besar, menjadi bagian dari rekam jejak perjuangannya.
Ketua PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi, Moh. Yusuf, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas pengabdian pengurus PUK periode sebelumnya. Ia menyoroti adanya empat pengurus baru dalam kepengurusan kali ini dan berharap mereka mampu meningkatkan kapasitas serta membawa energi baru bagi organisasi. Ia juga menghormati langkah regenerasi yang dilakukan dan menekankan pentingnya mempertahankan bahkan meningkatkan capaian yang telah diraih.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa terdapat tiga perusahaan dalam satu grup, yakni PT Sirkular Karya Indonesia, PT Impack Pratama Industri Tbk, dan PT Kreasi Dasatama, yang serikat pekerjanya perlu berkoordinasi secara solid guna menyatukan kekuatan dalam keluarga besar PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi. Ia menegaskan bahwa serikat pekerja harus mengambil sikap tegas apabila aspirasi pekerja tidak didengar oleh manajemen, termasuk menempuh langkah unjuk rasa sebagai bagian dari mekanisme perjuangan yang sah.
Rangkaian kegiatan pelantikan ditutup dengan doa bersama, sebagai simbol harapan agar kepengurusan baru mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta membawa kemajuan bagi organisasi dan kesejahteraan anggota.
Her-spsibekasi.org