
Bekasi, spsibekasi.org — Peran pekerja perempuan dalam serikat pekerja dinilai sangat strategis, seiring dengan jumlahnya yang signifikan di PT NOK Indonesia. Untuk itu, peningkatan kesadaran berorganisasi bagi pekerja perempuan menjadi kebutuhan penting agar kualitas dan kekuatan serikat pekerja semakin baik dan berkelanjutan.
Sejalan dengan hal tersebut, Serikat Pekerja PUK SP KEP SPSI PT NOK Indonesia melalui Komite Pekerja Perempuan (KP2) menggelar Diskusi Empat Bulanan yang diikuti sekitar 50 pekerja perempuan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 1 Februari 2026, bertempat di Kandang Perjuangan, Lambangsari, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Acara yang dimulai pukul 13.30 WIB ini dibuka dengan semangat kebersamaan melalui yel-yel “Perempuan Cerdas, Berani, Kuat, dan Setara”. Diskusi ini menjadi ruang bersama bagi pekerja perempuan untuk berbagi pengalaman, memperkuat solidaritas, serta meningkatkan pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai pekerja sekaligus anggota serikat.
Ketua KP2 PUK SP KEP SPSI PT NOK Indonesia, Dewi Pramesti, menyampaikan bahwa kegiatan ini mengusung tema Perlindungan Hak serta Penguatan Peran Pekerja Perempuan. Menurutnya, pendidikan dan diskusi semacam ini sangat penting untuk meningkatkan produktivitas kerja, pemahaman keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta melahirkan kader-kader perempuan yang berani dan aktif berjuang bersama serikat pekerja.
“Forum ini kami harapkan menjadi wadah lahirnya gagasan-gagasan positif dan kader perempuan yang siap berkontribusi lebih besar di organisasi. Serikat pekerja adalah milik bersama, sehingga harus dijaga dan diperkuat,” ujarnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Edi Supriyanto memberikan pemaparan bertema The Power of Women. Ia menekankan bahwa agenda diskusi empat bulanan KP2 selalu diisi dengan pendidikan organisasi agar pekerja perempuan semakin cerdas, kritis, dan berdaya. Ia juga menegaskan bahwa kesetaraan gender tidak bertentangan dengan kodrat, melainkan menjadi bagian dari upaya mewujudkan keadilan sosial.
Dalam pemaparannya, Edi mengulas berbagai bentuk ketimpangan yang masih dihadapi perempuan, mulai dari ketimpangan pendidikan, ekonomi, sosial budaya, politik dan kepemimpinan, hingga hukum dan perlindungan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa di balik tantangan tersebut, pekerja perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan organisasi, koperasi, dan berbagai kegiatan positif lainnya. “Perempuan berdaya adalah pondasi keadilan sosial,” tegasnya.
Sesi selanjutnya dipandu oleh Anggi Nugraha selaku Wakil Ketua I PUK SP KEP SPSI PT NOK Indonesia, yang menyampaikan materi mengenai hak-hak pekerja perempuan berdasarkan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT NOK Indonesia. Para peserta kemudian dibagi ke dalam lima kelompok untuk membahas sejumlah pertanyaan yang telah disiapkan narasumber, sebelum mempresentasikan hasil diskusi kepada seluruh peserta.
Menutup rangkaian kegiatan, Sekretaris PUK SP KEP SPSI PT NOK Indonesia, Hermawan, menegaskan bahwa serikat pekerja memiliki tugas utama untuk membela, melindungi, dan meningkatkan kesejahteraan seluruh pekerja tanpa membedakan gender. Ia mendorong pekerja perempuan untuk terus melakukan evaluasi diri dan meningkatkan kontribusi nyata dalam organisasi.
Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pemberian hadiah kepada kelompok dengan nilai tertinggi dalam sesi diskusi. Acara yang berakhir sekitar pukul 17.30 WIB tersebut ditutup dengan sesi kesan dan pesan peserta, serta foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen memperkuat peran pekerja perempuan dalam serikat pekerja.
Her-spsibekasi.org