
Bekasi, spsibekasi.org — Kali Gabus di Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, kembali meluap setelah diguyur hujan deras sejak Sabtu malam (17/1/2026) hingga Minggu pagi (18/1/2026). Luapan sungai tersebut mengakibatkan banjir yang merendam permukiman warga. Kondisi ini memicu kritik dari masyarakat terhadap kebijakan penanganan banjir yang dinilai belum dilakukan secara serius dan menyeluruh.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ketinggian air mencapai setinggi betis orang dewasa, sementara di dalam rumah air menggenang hingga setinggi lutut. Situasi tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari warga dan memaksa sebagian masyarakat untuk menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman dan tinggi.
Peristiwa ini kembali menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, mengingat beberapa bulan sebelumnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah melakukan pembongkaran bangunan liar (bangli) di kawasan Kampung Gabus yang berada di sekitar aliran Kali Gabus. Kebijakan tersebut dilakukan pada 14 Maret 2025 lalu dan disertai dengan pemasangan turap sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir.
Namun, warga menilai kebijakan tersebut belum dilakukan secara menyeluruh. Pasalnya, pemasangan turap hanya dilakukan di satu sisi bantaran kali, yakni di sisi kiri apabila dilihat dari arah Bekasi. Sementara sisi kanan sungai hingga saat ini belum mendapatkan penanganan serupa.
Warga yang bermukim di sekitar Kali Gabus berharap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dapat melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang telah dibuat. Menurut mereka, pembongkaran bangunan liar dan pemasangan turap yang tidak merata terbukti belum memberikan dampak signifikan dalam melindungi warga dari ancaman banjir.
Hingga berita ini diturunkan, genangan air masih terlihat di sejumlah titik akibat luapan Kali Gabus yang belum seluruhnya dipasangi turap. Padahal, sebelumnya sempat beredar informasi bahwa pemasangan turap di sisi kanan Kali Gabus akan direalisasikan setelah penyelesaian turap di sisi kiri. Namun, hingga saat ini, belum terlihat adanya realisasi pekerjaan tersebut di lapangan.
Selain itu, warga juga mengeluhkan minimnya bantuan bagi masyarakat terdampak banjir. Penyaluran bantuan dinilai belum berjalan secara masif dan merata.
Keluhan tersebut salah satunya disampaikan oleh Ketua RW setempat, Darmin, melalui sebuah unggahan di media sosial. Ia menyoroti dampak banjir yang dialami warga di wilayah selatan.
“Mana ini, Pak KDM? Akhirnya orang yang berada di sebelah kidul RT 01/06 jadi korban, jadi kena imbasnya banjir,” tulis Darmin dalam unggahannya.
Warga berharap pemerintah daerah Kabupaten Bekasi maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mengambil langkah konkret dan berkelanjutan agar persoalan banjir di wilayah Kali Gabus tidak terus berulang setiap musim hujan.
Her-spsibekasi.org