
Bandung, spsibekasi.org — Serikat pekerja dituntut untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital. Transformasi ini menjadi kunci peningkatan tata kelola organisasi, mulai dari sistem keanggotaan digital hingga transparansi laporan keuangan yang mudah diakses anggota. Penguatan teknologi informasi menjadi langkah strategis agar organisasi tetap relevan, adaptif, dan mampu menjawab tantangan era industri 4.0.
Sejalan dengan semangat tersebut, Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD FSP KEP SPSI) Provinsi Jawa Barat menggelar rapat pada Kamis, 11 Desember 2025. Pertemuan ini dihadiri oleh unsur pengurus dan kelembagaan PD, dengan fokus utama pada percepatan transformasi digital berbasis aplikasi serta penyusunan roadmap digitalisasi organisasi.
Dalam paparannya, Jaka dari Yayasan Pakuan Padjajaran Anyar menekankan bahwa media sosial adalah instrumen propaganda yang tak terpisahkan dari strategi organisasi modern. Ia menyoroti pentingnya jejak digital dan dokumentasi kegiatan yang rapi, serta peluang ekonomi digital yang dapat dimanfaatkan oleh serikat pekerja. “Dulu situs itu ditulis di batu, sekarang di website,” ujarnya, sambil mendorong pembangunan sistem basis data keanggotaan menggunakan teknologi barcode yang terintegrasi melalui aplikasi.
Menindaklanjuti hal tersebut, Agus Koswara selaku Ketua PD mengusulkan pembangunan satu aplikasi terpadu yang memuat seluruh kebutuhan organisasi, mulai dari pendataan anggota, layanan administrasi, pendidikan, hingga pelaporan kegiatan. Agus juga menekankan pentingnya pemetaan teknis dan penguatan kerja sama dengan Yayasan Pakuan Padjajaran untuk mewujudkan roadmap digital tersebut.
Optimisme serupa disampaikan oleh Yuhendra Efendi, Wakil Ketua VI PD, yang berharap digitalisasi dapat menyempurnakan website organisasi menjadi platform yang lebih interaktif dan bermanfaat bagi anggota. Sementara itu, Wakil Ketua III PD, Fauzan Bahtiar, menegaskan bahwa pekerja adalah aset penting yang harus beradaptasi dengan dinamika digital. Semangat percepatan perubahan turut digaungkan oleh Edi Suherdi, yang berharap lahirnya aplikasi ini memberikan dampak nyata bagi pengembangan organisasi.
Dari sisi historis, Wakil Ketua IV PD, Ono Kartono melihat digitalisasi sebagai jembatan antara masa lalu dan masa depan, memastikan jejak rekam organisasi terdokumentasi dengan baik. Di sisi lain, Hermawan selaku Ketua Gugus Tugas Ekonomi menilai digitalisasi berpotensi menjadi solusi atas tantangan pendanaan yang selama ini dihadapi organisasi nirlaba, sekaligus membuka peluang baru kesejahteraan anggota.
Penguatan administrasi juga mendapat perhatian khusus. Sukir, Wakil Sekretaris, menegaskan bahwa modernisasi pendataan keanggotaan adalah salah satu dari enam agenda besar penguatan organisasi. “Website adalah harapan kami menjadi database keanggotaan, laporan keuangan, dan pusat dokumentasi,” tegasnya.
Aspek ekonomi turut disoroti oleh Ira Laila, yang menjelaskan bahwa investasi dan konsumsi adalah motor pertumbuhan. Menurutnya, inisiatif digitalisasi yang dimulai dari organisasi tingkat daerah ini harus direalisasikan secara teknis agar dapat berkontribusi pada pengembangan ekonomi masa depan organisasi.
Rapat ini menjadi tonggak penting komitmen PD FSP KEP SPSI Jawa Barat dalam melakukan modernisasi organisasi. Transformasi digital tidak hanya memastikan efisiensi administrasi, tetapi juga memperkuat posisi serikat pekerja sebagai wadah yang transparan, adaptif, dan berorientasi pada kesejahteraan anggotanya. Ke depan, sistem digital ini juga akan diterapkan untuk pengelolaan koperasi, sesuai amanah MUSDA VI PD FSP KEP SPSI Provinsi Jawa Barat.
Her-spsibekasi.org