Bangun Gerakan Pekerja yang Solid, IndustriALL Latih Federasi Soal Analisis SWOT dan Organising Modern

IndustriALL Kumpulkan Lima Federasi, Perkuat Strategi Pengorganisasian di Rantai Pasok Baterai

Tangerang, spsibekasi.org — IndustriALL bersama lima federasi serikat pekerja nasional menggelar Organising Workshop Indonesia Battery Supply Chains selama tiga hari, mulai Rabu-Jumat, 26-28 November 2025 pukul 09.00-17.00 WIB, bertempat di Hotel Novotel Tangerang, Tangcity Superblock, Tangerang, Banten. Kegiatan ini diikuti sekitar 25 peserta dari lima federasi, serta menghadirkan sejumlah tokoh penting, di antaranya Iwan Kusmawan (Chair of Indonesian Council), Ramon Certeza (Regional Secretary IndustriALL SEAN), Indah Saptorini dan Dhana (Project Program IndustriALL), serta Aaron Chappell selaku narasumber pada hari pertama.

Workshop ini bertujuan memberikan dampak yang signifikan bagi penguatan organisasi pada masing-masing federasi, khususnya dalam pengembangan strategi pengorganisasian di sektor rantai pasok industri baterai Indonesia yang saat ini berkembang pesat.

Indah Saptorini selaku Project Program IndustriALL dalam sambutannya menegaskan komitmen IndustriALL untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tanpa adanya pelecehan maupun kekerasan seksual. Ia juga menekankan pentingnya sikap saling menghormati antar peserta tanpa membedakan gender sebagai bagian dari nilai utama dalam gerakan pekerja.

Iwan Kusmawan, Chair of Indonesian CouncilIwan menyampaikan bahwa workshop ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Kongres IV IndustriALL di Sydney. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan secara optimal, terutama dalam memperdalam pemahaman mengenai rantai pasok industri baterai dan strategi pengorganisasian berbasis sektor.

Ramon Certeza, Regional Secretary IndustriALL SEAN menekankan beberapa poin penting:

  1. Kekuatan organisasi berawal dari kemampuan pekerja untuk berserikat dan bersatu dalam membangun serikat pekerja.
  2. Workshop ini diarahkan untuk memperkuat serikat pekerja, mengurangi ketimpangan hak pekerja, meningkatkan keanggotaan, serta membangun basis serikat pekerja yang kuat dan efektif di tempat kerja.
  3. Serikat pekerja tidak hanya membutuhkan jumlah anggota yang besar, tetapi anggota yang aktif serta memiliki dukungan sumber daya keuangan dan personel yang terampil.
  4. Berdasarkan ITUC Global Rights Index 2024, wilayah Asia-Pasifik menjadi kawasan terburuk kedua di dunia terkait pelanggaran hak-hak pekerja dengan skor 4,13%, sehingga penguatan organisasi menjadi semakin mendesak.

Aaron menyampaikan materi penguatan kapasitas organisasi melalui:

  1. Analisis SWOT dalam pengorganisasian keanggotaan.
  2. Pentingnya anggota sebagai kekuatan utama serikat pekerja, terutama dalam perjuangan hak dan upah.
  3. Praktik percakapan terstruktur yang digunakan dalam strategi pengorganisasian.

Aaron menegaskan bahwa peningkatan keanggotaan dan pembentukan serikat pekerja membutuhkan waktu, kampanye yang bersemangat, serta fokus intensif dengan tujuan dan batas waktu yang jelas.

Kegiatan ini menghasilkan sejumlah temuan penting, salah satunya kebutuhan mendesak untuk memperkuat strategi pendekatan pengorganisasian serikat pekerja melalui pembaruan agenda, struktur, metode, tindakan, dan taktik. Semua upaya diarahkan untuk membangun basis serikat pekerja yang kuat, inklusif, dan partisipatif, terutama bagi kelompok pekerja yang paling rentan.

Anisa Fazri, salah satu peserta workshop yang berasal dari PUK SP KEP SPSI PT NOK Indonesia menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat informatif. Kehadiran peserta dari berbagai daerah, termasuk Indonesia Timur, memberikan wawasan baru mengenai praktik pengorganisasian serikat pekerja yang telah berjalan di berbagai wilayah tersebut.

Workshop ini merupakan rangkaian kegiatan selama tiga hari. Hari pertama telah selesai dilaksanakan, sementara hari kedua dan ketiga akan berlangsung pada Kamis dan Jumat dengan materi pendalaman strategi organisir serta praktik lapangan.

Kontributor: Anisa Fazri
Editor: Her-spsibekasi.org

Exit mobile version