KoperasiNEWS

Dari Papua Selatan ke Bekasi, Pengurus SPSI Korindo Belajar Rahasia Sukses Koperasi di PT NOK Indonesia

PUK SP KEP SPSI TSE Group Korindo Papua Selatan Lakukan Studi Banding ke Koperasi Konsumen Pekerja PT NOK Indonesia

BEKASI – Upaya memperkuat kesejahteraan melalui pengembangan koperasi mendorong PUK SP KEP SPSI PT TSE Group Korindo Papua Selatan melakukan studi banding ke Koperasi Konsumen Pekerja PT NOK Indonesia pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kunjungan yang diikuti tujuh pengurus Serikat Pekerja dari Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan tersebut merupakan tindak lanjut surat permohonan resmi terkait pembelajaran pengelolaan koperasi pekerja yang dinilai berhasil berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi anggota.

Kegiatan ini juga dilaksanakan memanfaatkan momentum keberadaan para pengurus PUK SP KEP SPSI PT TSE Group Korindo di Jakarta usai mengikuti Pendidikan Advokasi FSP KEP SPSI yang digelar di Bogor pada 19-21 Mei 2026. Rombongan yang didampingi pengurus Pimpinan Pusat FSP KEP SPSI dan Pimpinan Cabang FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi itu disambut hangat oleh Pengurus, Bakor Serikat Pekerja dan Pengurus koperasi Konsumen Pekerja PT NOK Indonesia dalam suasana penuh solidaritas dan semangat berbagi pengalaman.

Kunjungan diawali dengan peninjauan salah satu unit usaha koperasi pekerja PT NOK Indonesia, yakni toko Koperasi Konsumen Pekerja PT NOK Indonesia (K-Mart). Unit usaha tersebut berfungsi memenuhi kebutuhan pekerja, mulai dari bahan pokok, minuman, hingga makanan ringan. Selain itu, koperasi juga memberikan ruang bagi pekerja yang memiliki usaha rumahan dengan membantu memasarkan produk-produk mereka di toko koperasi. Pengelolaan koperasi dibantu oleh empat orang pekerja yang direkrut khusus untuk operasional usaha koperasi dan saat ini mampu mencatat omzet sekitar Rp60 juta per bulan.

Setelah melakukan peninjauan lapangan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi di ruang sekretariat koperasi. Dalam penjelasannya, Sulistyo selaku pengurus Pimpinan Pusat FSP KEP SPSI menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan agenda studi banding dari koperasi pekerja PT Korindo untuk mempelajari pengelolaan koperasi konsumen pekerja PT NOK Indonesia yang dinilai telah berkembang dengan baik serta mampu menjadi benchmark dalam pengembangan koperasi pekerja.

Sementara itu, Ketua PUK SP KEP SPSI PT NOK Indonesia, Edi Supriyanto, menyampaikan rasa bangga dan kehormatan atas kehadiran rombongan dari Papua Selatan. Ia juga memaparkan struktur organisasi Serikat Pekerja serta profil keanggotaan yang saat ini mencapai sekitar 1.200 anggota. Menurutnya, proses rekrutmen anggota terus dilakukan baik kepada pekerja tetap maupun pekerja kontrak sebagai bagian dari penguatan organisasi. Edi juga menegaskan bahwa sinergi antara Serikat Pekerja dan koperasi menjadi faktor penting dalam membangun kesejahteraan anggota.

Ketua PUK SP KEP SPSI PT TSE Group Korindo, Stevanus Kandam, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas sambutan yang diberikan. Ia mengungkapkan bahwa selain ingin mempelajari pengelolaan koperasi, pihaknya juga tertarik mempelajari Perjanjian Kerja Bersama (PKB) di PT NOK Indonesia sebagai salah satu instrumen peningkatan kesejahteraan pekerja. Menurutnya, koperasi merupakan salah satu bentuk penguatan ekonomi pekerja yang sangat penting untuk dikembangkan di lingkungan perusahaan.

Dalam sesi pemaparan, Ketua Koperasi Konsumen Pekerja PT NOK Indonesia, Setia Hardi, menjelaskan bahwa hal paling mendasar dalam membangun koperasi adalah memastikan koperasi memiliki badan hukum yang jelas. Ia juga menceritakan bahwa pada masa awal pengembangan, koperasi sempat bekerja sama dengan pihak ketiga dalam pengadaan kendaraan roda dua dan dukungan permodalan. Namun saat ini koperasi telah berkembang mandiri, termasuk mampu memberikan pinjaman kepada pekerja tanpa margin dan tidak lagi bergantung pada pihak luar dalam penyediaan modal usaha.

Selain itu, Ketua Pengawas Koperasi Konsumen Pekerja PT NOK Indonesia, Hermawan, turut memaparkan tahapan mendirikan koperasi melalui tujuh langkah besar, yakni membentuk kelompok pendiri koperasi, melaksanakan rapat anggota dan rapat pengurus Serikat Pekerja, menentukan jenis dan tujuan koperasi, menggelar rapat pendirian koperasi, mengurus akta pendirian dan pengesahan badan hukum, melengkapi administrasi seperti NPWP dan rekening giro koperasi, hingga akhirnya koperasi dapat mulai beroperasi secara resmi.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Acara juga diselingi makan siang bersama sebagai bentuk mempererat solidaritas antar pengurus Serikat Pekerja. Sekitar pukul 14.10 WIB, kegiatan studi banding ditutup dengan sesi foto bersama di ruang koperasi, ruang sekretariat Serikat Pekerja, serta di lobi perusahaan sebagai simbol penguatan sinergi dan pembelajaran bersama antar Serikat Pekerja lintas daerah.

Her-spsibekasi.org

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker