ASEANTUC Gelar Rapat Tingkat Tinggi di Jakarta, Perkuat Solidaritas Pekerja Asia Tenggara

Isu Myanmar hingga Buruh Migran Mengemuka di Rapat Puncak Serikat Pekerja ASEAN

Jakarta, spsibekasi.org — ASEAN Trade Union Council (ASEANTUC/ATUC) menggelar Rapat Tingkat Tinggi Tahunan pada 10-11 Februari 2026 di Grand Melia Hotel Jakarta, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan. Agenda strategis ini dihadiri sekitar 50 peserta yang terdiri dari delegasi serikat pekerja negara-negara ASEAN serta tamu undangan dari berbagai lembaga nasional dan internasional.

ATUC merupakan federasi regional yang menaungi pusat-pusat serikat pekerja nasional dari sebagian besar negara anggota ASEAN. Organisasi ini berfokus pada isu ketenagakerjaan, perlindungan buruh migran, pendidikan buruh, serta penguatan dialog sosial. Melalui kolaborasi lintas negara, ATUC secara konsisten memperjuangkan hak pekerja dan pekerjaan layak di kawasan Asia Tenggara, mengadvokasi perlindungan buruh migran, meningkatkan kapasitas organisasi serikat pekerja, serta melakukan dialog sosial dengan pemerintah dan organisasi ketenagakerjaan internasional, termasuk International Labour Organization (ILO).

Adapun anggota ATUC berasal dari Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos (Lao PDR), Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Timor-Leste.

Acara pembukaan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB di ballroom hotel. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dibawakan oleh paduan suara KSPSI.

Dalam sambutannya, Presiden ATUC Andi Gani Nena Wea, S.H., M.H., yang juga menjabat sebagai Presiden KSPSI dan Penasihat Kapolri, menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas serikat pekerja di kawasan ASEAN.

“Hari ini kita melaksanakan pertemuan tingkat tinggi yang membahas kepemimpinan organisasi, agenda strategis, serta konstitusi baru ATUC sebagai fondasi masa depan gerakan serikat pekerja ASEAN,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya perhatian serius terhadap isu hak asasi manusia dan demokrasi di Myanmar, serta perlunya langkah bersama untuk memerangi perdagangan manusia yang kerap menimpa pekerja migran.

“Kita harus terus memperjuangkan perlindungan bagi pekerja migran dan menolak segala bentuk perdagangan manusia. Solidaritas regional menjadi kunci untuk menghadapi tantangan tersebut,” tegas Andi Gani.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh delegasi untuk terus menjaga persatuan dan solidaritas serikat pekerja di Asia Tenggara. “Solidaritas hari ini, esok, dan selamanya,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal ITUC-Asia Pasifik (ITUC-AP), Shoya Yoshida, dalam sambutannya menyoroti krisis demokrasi dan pelanggaran kebebasan berserikat yang terus terjadi di Myanmar. Ia menegaskan bahwa serikat pekerja bukan sekadar pengamat, melainkan kekuatan kolektif yang memiliki tanggung jawab moral dan politik.

“Tidak boleh ada bisnis seperti biasa dengan otoritas militer ketika pelanggaran kebebasan berserikat dan hak-hak pekerja masih terus berlangsung,” tegasnya.

Ia mendorong pemerintah, pengusaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar memastikan hubungan ekonomi tidak memperpanjang pelanggaran HAM, serta menyerukan solidaritas kawasan untuk mendukung serikat pekerja demokratis di Myanmar.

Sementara itu melalui tayangan video, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, selaku Ketua Dewan Penasihat KSPSI, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai pertemuan ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat solidaritas Asia Tenggara dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan global.

Kapolri mengungkapkan bahwa sekitar 92 juta pekerjaan berpotensi hilang akibat otomatisasi teknologi pada periode 2025-2030, termasuk di kawasan ASEAN. Selain itu, maraknya perdagangan manusia di sektor pekerjaan informal dinilai semakin melemahkan perlindungan sosial dan hak-hak pekerja.

“Oleh karena itu, diperlukan kerja sama seluruh negara ASEAN untuk meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan pekerja,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, memberikan perhatian besar terhadap isu ketenagakerjaan melalui berbagai kebijakan, seperti peningkatan upah minimum, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, pelatihan tenaga kerja, serta fasilitasi penempatan kembali pekerja terdampak PHK.

Rapat Tingkat Tinggi Tahunan ASEANTUC dijadwalkan berlangsung hingga 11 Februari, dengan agenda pembahasan organisasi, isu strategis ketenagakerjaan regional, serta penguatan peran serikat pekerja dalam dialog sosial ASEAN. Hingga berita ini diturunkan, rangkaian agenda rapat masih terus berlangsung.

Her-spsibekasi.org

Exit mobile version